Berita Golkar – Wakil Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD DKI Jakarta, Sardy Wahab, menyoroti masih minimnya fasilitas ruang terbuka hijau berupa taman di lingkungan permukiman ibu kota padat penduduk. Ia menyebut kondisi tersebut bahkan menyulitkan anggota dewan saat mencari lokasi untuk kegiatan reses.
Hal tersebut disampaikan Sardy dalam Rapat Komisi D saat pembahasan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), beberapa waktu lalu.
Ia meminta pemerintah daerah lebih memprioritaskan pembangunan fasilitas dasar bagi masyarakat dibanding program yang dinilai kurang mendesak.
“Kasihan rakyat di daerah kita ini. Terus terang untuk nyari tempat reses juga susah, Pak. Ada satu RW, tiga RW, satu kelurahan, tamannya enggak ada,” kata Sardy, dikutip dari Akurat.
Ia menilai ketersediaan taman lingkungan seharusnya menjadi perhatian serius jika Jakarta ingin mewujudkan visinya sebagai kota global. Menurutnya, sulit bagi Jakarta mencapai predikat kota maju jika fasilitas dasar seperti ruang publik saja belum merata.
“Kita fokuskan dulu itu supaya tidak malu Pak Gubernur mengatakan Jakarta akan maju, kota global. Enggak mungkin ini bisa terjadi,” ujarnya.
Sardy juga menggambarkan kondisi di lapangan di mana kegiatan reses terkadang terpaksa dilakukan di gang sempit karena tidak adanya ruang terbuka yang memadai di lingkungan warga.
“Dalam satu RW kita mau mengadakan reses saja, mesti di dalam gang sempit. Ini yang terjadi di Jakarta,” ungkapnya.
Anggota Komisi D itu pun mendorong agar pembangunan taman lingkungan menjadi prioritas agar masyarakat memiliki ruang interaksi sosial sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan permukiman.
Menurut Sardy, pembangunan kota yang maju harus dimulai dari pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat di tingkat lingkungan, termasuk penyediaan ruang terbuka yang layak dan mudah diakses warga. []



