Berita Golkar – Berbulan-bulan pasca diterjang bencana banjir bandang, Jembatan Desa Alue Wakie, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, belum juga diperbaiki. Akibatnya, warga terpaksa menyeberang menggunakan sampan kecil bermesin untuk beraktivitas sehari-hari.
Kondisi ini mendapat perhatian serius Bupati Nagan Raya, Teuku Raja Keumangan (TRK), yang mendesak Pemerintah Pusat dan Pemerintah Aceh segera membangun kembali jembatan tersebut.
Desakan itu disampaikan TRK saat mendampingi tim Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang meninjau langsung lokasi jembatan putus, Jumat (27/3/2026). “Jembatan ini sangat vital bagi masyarakat. Kami berharap Pemerintah Pusat segera membangunnya kembali,” kata TRK di lokasi, dikutip dari TheAcehPost.
Ia menegaskan, putusnya jembatan tidak hanya menghambat aktivitas ekonomi warga, tetapi juga mengganggu akses pendidikan. Sejumlah warga dari beberapa desa kini harus menyeberang sungai menggunakan sampan untuk menuju kebun maupun ke sekolah. “Ini sangat berisiko, terutama bagi anak-anak sekolah,” katanya.
TRK berharap, kunjungan tim Kemendagri bersama Pemerintah Aceh dapat mempercepat realisasi pembangunan jembatan demi keselamatan dan kelancaran aktivitas masyarakat.
Peninjauan tersebut dipimpin Direktur Penataan Daerah, Otonomi Khusus, dan DPOD Ditjen Otonomi Daerah Kemendagri, Dr. Sumule Tumbo.
Pemkab Nagan Raya menilai, percepatan pembangunan jembatan menjadi kebutuhan mendesak agar aktivitas warga kembali normal dan aman. []



