Menperin Agus Gumiwang Perkuat Daya Saing Industri Lewat SDM Vokasi Kompeten

Berita Golkar – Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita memperkuat daya saing industri nasional melalui penyiapan sumber daya manusia (SDM) kompeten. Agus menilai ketersediaan tenaga kerja ahli menjadi penggerak utama dalam menghadapi tantangan dinamika pasar global saat ini.

Pemerintah secara konsisten menyelenggarakan pendidikan vokasi industri yang selaras dengan kebutuhan nyata dunia usaha manufaktur. Sebanyak 5.386 lulusan dari unit pendidikan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah terserap secara masif oleh berbagai sektor industri nasional.

“Ketersediaan SDM industri yang kompeten menjadi salah satu penggerak utama. Faktor ini berperan penting dalam meningkatkan daya saing industri nasional,” ujar Agus di Jakarta, Sabtu (31/1/2026), dikutip dari RRI.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Doddy Rahadi menyatakan program kolaborasi internasional merupakan wujud nyata dalam mencetak talenta unggul. Doddy menilai pengalaman belajar langsung pada lingkungan industri global sangat penting untuk membentuk tenaga kerja yang cerdas.

Para mahasiswa mendapatkan pelatihan teknis serta praktik kerja internasional untuk menghadapi perkembangan pesat era industri modern. Sepuluh mahasiswa terpilih telah menyelesaikan program khusus tersebut pada lingkungan industri teknologi tinggi di negara Tiongkok.

“Kami meyakini pengalaman belajar langsung di lingkungan industri melalui praktik kerja industri internasional menjadi bagian penting. Pengalaman tersebut membentuk smart talent yang siap menghadapi era industri modern,” ujar Doddy.

Doddy menjelaskan, tenaga kerja masa depan wajib menguasai transformasi digital serta konsep manufaktur cerdas yang mutakhir. Peserta didik mempelajari teknologi internet of things serta kecerdasan buatan guna meningkatkan standar kompetensi teknis mereka.

President Qingdao Technical College (QTC) Xing Guanlu menyebut program kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam memperdalam integrasi pendidikan global. Xing mengapresiasi keberhasilan para peserta dalam menguasai keahlian teknis sekaligus kemampuan komunikasi menggunakan Bahasa Mandarin.

“Saya berharap para peserta dapat membawa kembali ke Indonesia seluruh pengetahuan, pengalaman, dan pemahaman yang diperoleh di Tiongkok. Mereka juga diharapkan menjadi profesional yang mahir berbahasa Mandarin, unggul secara teknis, dan memiliki wawasan budaya yang luas,” ujar Xing.

Xing berharap para lulusan dapat menjadi profesional yang andal serta memiliki wawasan budaya internasional yang sangat luas. Pengetahuan yang diperoleh di luar negeri diharapkan mampu memberikan kontribusi besar bagi perkembangan industri di tanah air.

Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri (PPPVI) Wulan Aprilianti Permatasari menegaskan komitmen pemerintah melanjutkan pelaksanaan program kelas internasional tersebut. Wulan menargetkan pengiriman angkatan mahasiswa berikutnya guna memperkuat ikatan kerja sama antara institusi pendidikan dan industri.

“Kami berharap program ini dapat terus berlanjut dengan pengiriman angkatan mahasiswa berikutnya. Program tersebut juga diharapkan memperkuat kerja sama dan ikatan antarinstitusi,” ujar Wulan.

Para alumni program ini akan memulai karier profesional pada pabrik manufaktur besar yang berlokasi di Demak, Jawa Tengah. Kehadiran mereka diharapkan mampu membuktikan kualitas serta daya saing tinggi sumber daya manusia Indonesia di tingkat dunia.

Kemenperin mencatat tingkat serapan lulusan vokasi mencapai 68 persen dan diprediksi menyentuh angka 100 persen dalam waktu dekat. Kesuksesan ini menjadi modal penting bagi pembangunan industri pengolahan nasional yang lebih berkelanjutan dan kompetitif.

Transformasi pendidikan vokasi melalui kerja sama global akan terus ditingkatkan demi mendukung visi pembangunan nasional Asta Cita. Pemerintah optimis sinergi lintas negara mampu menjawab kebutuhan tenaga kerja terampil bagi pertumbuhan ekonomi nasional. {}