Menperin Agus Gumiwang Perkuat Pembinaan IKM Furnitur Berorientasi Ekspor

Berita Golkar – Industri furnitur nasional terus menunjukkan daya saing di tengah tantangan global. Salah satu pelaku industri kecil dan menengah (IKM) asal Yogyakarta, CV Kayu Manis, berhasil menembus pasar Eropa setelah mendapat pembinaan dari pemerintah.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan sektor industri furnitur merupakan sektor hilir padat karya dengan nilai tambah tinggi serta berkontribusi sebesar 0,92 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) industri pengolahan nonmigas.

“Pemerintah terus melakukan pembinaan dan pendampingan melalui berbagai program agar IKM furnitur dari berbagai daerah mampu bersaing di pasar lokal maupun global,” ujar Agus dalam keterangan di Jakarta, Rabu (18/2/2026), dikutip dari RM.

Menurut dia, kolaborasi dengan berbagai pihak terus diperkuat untuk mendorong pengembangan industri furnitur yang inovatif dan sesuai kebutuhan pasar internasional.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita mengapresiasi keberhasilan CV Kayu Manis asal Kabupaten Bantul yang pada 6 Februari 2026 mengekspor enam kontainer produk furnitur ke Spanyol, Italia, Prancis, dan Reunion (wilayah Prancis di Samudra Hindia).

“CV Kayu Manis menjadi contoh kisah sukses IKM yang mampu menjawab tantangan pasar global. Kami berharap capaian ini menginspirasi pelaku IKM lainnya untuk menembus pasar ekspor,” kata Reni.

Berdasarkan data Trademap (HS 9401–9403), nilai ekspor furnitur Indonesia pada 2024 mencapai 1,91 miliar dolar AS. Sementara periode Januari–November 2025 tercatat sebesar 1,67 miliar dolar AS. Amerika Serikat masih menjadi tujuan utama dengan pangsa 54,6 persen dari total ekspor nasional.

Namun, dinamika global termasuk kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat mendorong pemerintah memperluas diversifikasi pasar ke kawasan nontradisional seperti Eropa Timur, Timur Tengah, Amerika Latin, serta negara Asia seperti India dan Jepang.

CV Kayu Manis yang berdiri sejak 2001 memproduksi furnitur berbahan baku kayu jati dengan spesialisasi bathroom furniture dan indoor furniture. Saat ini perusahaan memiliki fasilitas produksi seluas 10.000 meter persegi dengan kapasitas hingga 120 kontainer per tahun.

IKM tersebut merupakan binaan Direktorat Jenderal IKMA dan telah menerima fasilitasi Program Restrukturisasi Mesin dan Peralatan pada 2018 serta partisipasi dalam IFEX Virtual Showroom 2021.

Direktur IKM Pangan, Furnitur dan Bahan Bangunan Ditjen IKMA Afrizal Haris menyebut keberhasilan ekspor CV Kayu Manis didukung inovasi produk yang menyesuaikan tren global, termasuk pengembangan knockdown furniture dengan kemasan ringkas untuk efisiensi distribusi.

“Pengembangan produk yang adaptif terhadap tren global menjadi kunci daya saing furnitur Indonesia di pasar ekspor,” ujarnya.

Pemerintah menegaskan akan terus memperkuat pembinaan IKM furnitur guna meningkatkan produktivitas, efisiensi, serta memperluas akses pasar ekspor, sehingga industri furnitur nasional semakin kompetitif dan berkelanjutan. {}