Berita Golkar – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengajak masyarakat untuk menggunakan bahan bakar minyak (BBM) secara bijak di tengah ketidakpastian global yang masih membayangi sektor energi.
Menurut Bahlil, kondisi geopolitik dunia yang belum stabil berdampak pada fluktuasi harga energi. Dalam situasi tersebut, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam menjaga ketahanan energi nasional, melainkan membutuhkan dukungan seluruh lapisan masyarakat.
“Dalam kondisi seperti ini, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kami membutuhkan kerja sama dari masyarakat,” ujar Bahlil dalam konferensi pers dari Korea Selatan, Selasa (31/4/2026), dikutip dari RM.
Ia menekankan pentingnya penggunaan BBM secara wajar dan sesuai kebutuhan, serta menghindari pembelian berlebihan yang tidak diperlukan. Langkah ini dinilai dapat membantu menjaga stabilitas pasokan energi di dalam negeri.
Sebagai mantan sopir angkot, Bahlil memberikan ilustrasi sederhana terkait konsumsi BBM yang efisien. Menurutnya, pengisian bahan bakar sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan harian dan kapasitas kendaraan.
“Gunakan BBM secara wajar dan bijak. Tidak perlu berlebihan, sesuaikan dengan kebutuhan,” katanya.
Di sisi lain, Bahlil juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya, terutama terkait isu energi dan harga BBM. Ia meminta publik untuk mengacu pada sumber resmi pemerintah.
“Kami harap masyarakat lebih cerdas dalam menerima informasi, agar stabilitas tetap terjaga,” ujarnya.
Pemerintah sendiri memastikan bahwa cadangan energi nasional dalam kondisi aman dan berada di atas standar minimum. Selain itu, harga BBM subsidi juga dipastikan tidak mengalami perubahan, sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat.
Bahlil menegaskan, pemerintah akan terus memantau perkembangan situasi global dan melakukan kajian secara cepat serta adaptif terhadap dinamika harga energi dunia.
Dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan ketahanan energi nasional tetap terjaga di tengah tekanan global yang masih berlangsung. []



