Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Pastikan Stok BBM Aman, Masyarakat Diminta Tak Panic Buying Meski Harga Minyak Dunia Naik

Berita Golkar – Pemerintah memastikan kondisi energi nasional tetap aman di tengah dinamika geopolitik global yang mendorong kenaikan harga minyak mentah dunia. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), sekaligus mengimbau agar tidak melakukan panic buying di tengah situasi tersebut.

Menurut Bahlil, stok BBM nasional saat ini berada pada kisaran sekitar 21 hingga 25 hari kapasitas penyimpanan. Angka tersebut merupakan standar stok operasional dalam sistem logistik energi nasional.

Ia menjelaskan bahwa angka tersebut bukan berarti pasokan akan habis dalam periode tersebut, sebab distribusi BBM terus bergerak secara dinamis melalui produksi kilang domestik maupun impor yang berjalan secara berkelanjutan.

“Jadi, yang dimaksud dengan 21 hari sampai 25 hari itu adalah storage kita, tetapi itu kan, dia pergi dan datang lagi, industri kita jalan terus, dan impor kita enggak ada masalah,” ujar Bahlil.

Ia menambahkan bahwa ketegangan di Timur Tengah tidak secara langsung mengganggu pasokan BBM siap pakai bagi Indonesia. Pasalnya, Indonesia hanya mengimpor minyak mentah dari kawasan tersebut, sementara produk BBM jadi sebagian besar berasal dari produksi dalam negeri serta impor dari negara-negara Asia Tenggara.

“Di Timur Tengah itu, kita cuma impor crude, minyak mentahnya, sementara minyak jadinya kita impor dari negara Asia Tenggara dan produksi dalam negeri. Jadi, harusnya enggak perlu ada sampai begitu ya,” jelas Ketua Umum DPP Partai Golkar ini.

Dalam upaya mengantisipasi dampak gejolak global terhadap sektor energi, pemerintah juga terus melakukan koordinasi lintas kementerian. Bahlil mengungkapkan bahwa isu stabilitas energi nasional turut dibahas dalam pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Hambalang, Bogor.

Pertemuan tersebut membahas langkah-langkah strategis menghadapi dinamika global sekaligus memastikan kesiapan pasokan energi dan pangan menjelang Hari Raya Idulfitri.

“Ya kita mencoba untuk mencari berbagai langkah-langkah terukur dalam menyikapi dinamika geopolitik yang berdampak pada kenaikan harga minyak mentah dunia,” kata Bahlil.

Selain memastikan pasokan, pemerintah juga menegaskan bahwa harga BBM subsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga Lebaran. Bahlil menyatakan keputusan tersebut diambil untuk menjaga stabilitas ekonomi masyarakat di tengah fluktuasi harga energi global.

“Pemerintah, kemarin kita juga melakukan pembahasan dengan Menteri Keuangan, saya dapat memastikan untuk menyangkut subsidi BBM, sampai dengan Hari Raya insyaallah tidak ada kenaikan apa-apa. Jadi negara hadir untuk memastikan bahwa sekalipun ada kenaikan harga minyak mentah dunia, tetapi untuk subsidi tetap sama, tidak ada kenaikan harga, untuk minyak subsidi,” ujarnya.

Pernyataan tersebut sejalan dengan penegasan Kementerian Keuangan yang menyebut anggaran subsidi energi masih cukup kuat untuk menahan dampak lonjakan harga minyak dunia dalam jangka pendek. Pemerintah menilai kenaikan harga minyak yang terjadi saat ini masih bersifat sementara dan belum cukup signifikan untuk mempengaruhi asumsi anggaran tahunan.

Di sisi lain, PT Pertamina Patra Niaga memastikan sistem distribusi energi nasional tetap berjalan normal. Stok sekitar 21 hari yang dikelola perusahaan merupakan bagian dari mekanisme logistik energi yang secara rutin dijaga untuk memastikan kelancaran distribusi BBM ke seluruh wilayah Indonesia.

Pasokan tersebut juga terus diperbarui melalui mekanisme top-up dari produksi kilang domestik maupun pengadaan impor yang telah direncanakan sebelumnya. Dengan sistem tersebut, ketersediaan BBM dapat terus terjaga meskipun terjadi fluktuasi pasokan global.

Dengan kombinasi produksi dalam negeri, impor yang terdiversifikasi, serta pengelolaan logistik energi nasional, pemerintah optimistis pasokan BBM akan tetap aman dan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan energi, termasuk menjelang Ramadan dan Idul Fitri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *