Berita Golkar – Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan agar ketahanan energi nasional ditingkatkan dari 21 hari menjadi 3 bulan.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Ketua Harian Dewan Energi Nasional (DEN) Bahlil Lahadalia mengatakan, arahan tersebut menjadi salah satu dari empat fokus kebijakan energi pemerintahan Presiden Prabowo.
Ketahanan energi menjadi perhatian lantaran saat ini ketahanan stok bahan bakar minyak (BBM) nasional baru mencukupi untuk 21 hari, sedangkan standar internasional berada di level 90 hari.
“Kita tahu bahwa ketahanan energi kita hanya 21 hari dan ini akan kami tingkatkan menjadi 3 bulan,” ujar Bahlil usai pelantikan anggota Dewan Energi Nasional (DEN) periode 2026–2030 di Istana Negara, Jakarta, Rabu (28/1/2026), dikutip dari Bisnis.
Guna merealisasikan hal tersebut, pemerintah berencana membangun fasilitas penyimpanan (storage) minyak baru. Berdasarkan catatan Bisnis, pemerintah telah melakukan pra-studi kelayakan untuk membangun fasilitas penyimpanan minyak di 18 daerah dengan total nilai investasi Rp72 triliun.
Proyek ini direncanakan tersebar di Lhokseumawe, Sibolga, Natuna, Cilegon, Sukabumi, Semarang, Surabaya, Sampang, Pontianak, Badung (Bali), Bima, Ende, Makassar, Dongala, Bitung, Ambon, Halmahera Utara, dan Fakfak.
Adapun, proyek penyimpanan minyak tersebut menjadi salah satu dari 18 proyek hilirisasi dan ketahanan energi prioritas yang tengah dikaji oleh Badan Pengelola Investasi Danantara.
Selain ketahanan energi, Bahlil menuturkan, fokus kebijakan energi ke depan juga meliputi kedaulatan energi tanpa ada intervensi pihak lain, kemandirian energi, dan swasembada energi.
“Kemandirian energi, kita tahu kita masih impor BBM kurang lebih 30 juta kiloliter, baik solar maupun bensin. Kemudian, swasembada, pasti kami akan lakukan bertahap dan tujuannya pada akhirnya adalah swasembada,” kata Bahlil. {}













