Berita Golkar – Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun menegaskan bahwa pembangunan tanggul untuk Kelompok Pembudi Daya Ikan (Pokdakan) melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) memiliki peran strategis.
Program yang didukung oleh dua bank negara ini merupakan upaya konkret dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional, khususnya melalui sektor perikanan. Misbakhun menyampaikan hal tersebut dalam keterangannya di Jakarta, Minggu, saat meninjau langsung lokasi proyek.
Inisiatif CSR berupa tanggul yang dibangun oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Mandiri ini selaras dengan tekad kuat Presiden Prabowo Subianto. Presiden Prabowo berkomitmen untuk mencapai ketahanan pangan nasional sebagai salah satu prioritas utama pemerintahannya. Oleh karena itu, dukungan dari sektor perbankan melalui program CSR menjadi sangat vital.
Misbakhun secara langsung meninjau program CSR tanggul ini di Kelurahan Kepel, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan. Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Safari Ramadhan yang dilakukannya di daerah pemilihan Pasuruan, Jawa Timur. Beliau berharap keberadaan tanggul ini dapat memberikan perlindungan dan dukungan signifikan bagi para pembudi daya ikan.
Peran Strategis CSR Bank dalam Ketahanan Pangan
Pembangunan tanggul melalui program CSR bank negara menjadi contoh nyata sinergi antara sektor swasta dan pemerintah dalam mencapai tujuan nasional. Misbakhun menjelaskan bahwa program ini adalah salah satu upaya mewujudkan ketahanan pangan melalui perikanan, sejalan dengan tekad pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat fondasi ekonomi masyarakat pesisir dan petani ikan.
Tanggul CSR yang dibangun BRI memiliki panjang 1.600 meter dan diselesaikan dalam waktu 60 hari. Tanggul ini akan dimanfaatkan oleh Pokdakan Makmur Bersama, memberikan perlindungan vital bagi tambak mereka. Sementara itu, tanggul CSR dari Bank Mandiri sepanjang 1.500 meter, yang dikerjakan selama 45 hari, akan bermanfaat bagi Pokdakan Maju Sejahtera di Kelurahan Kepel.
Misbakhun berharap pembangunan dan penguatan tanggul ini mampu melindungi tambak nelayan budi daya dari ancaman banjir bandang. Dengan adanya perlindungan ini, aktivitas budi daya ikan dapat berjalan lebih stabil dan produktif.
“Semoga keberadaan tanggul membantu petambak dalam budi daya ikan, sehingga perekonomian dari perikanan terus bergerak,” imbuhnya.
Stabilitas Energi Nasional di Tengah Gejolak Global
Dalam kesempatan Safari Ramadhan di Kabupaten Pasuruan, Misbakhun juga mengisi acara dengan dialog dan serap aspirasi masyarakat. Doktor ilmu ekonomi itu memaparkan mengenai gejolak ekonomi dan geopolitik global yang berdampak pada stabilitas energi dunia. Situasi ini menuntut pemerintah untuk mengambil langkah-langkah antisipasi yang cepat dan tepat.
Misbakhun menekankan bahwa pemerintah telah melakukan berbagai langkah antisipasi guna menjamin pasokan energi nasional tetap terjamin di tengah konflik di Timur Tengah. Upaya ini penting untuk menjaga stabilitas ekonomi dan ketenangan masyarakat. “Pemerintah terus memastikan ketersediaan energi nasional baik bahan bakar maupun listrik tetap terjaga sehingga masyarakat tidak perlu khawatir di tengah dinamika global yang berkembang,” ujarnya.
Dia juga memaparkan upaya Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam menjaga stabilitas pasokan energi nasional. Hal ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam memastikan ketahanan energi tetap terjaga bagi masyarakat.
“Menteri ESDM Bapak Bahlil telah menyampaikan bahwa pemerintah siap menghadapi berbagai kemungkinan situasi global demi menjaga pasokan energi nasional,” katanya.
Mantan pegawai Kementerian Keuangan itu menegaskan bahwa menjaga stabilitas energi dan ekonomi merupakan bagian penting dari upaya pemerintah. Hal ini dilakukan demi melindungi kepentingan masyarakat di tengah tantangan global yang terus berkembang. Komitmen ini mencerminkan prioritas pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan dan kesejahteraan. []



