Mujakkir Zuhri Nilai Harga BBM Tidak Naik Selamatkan Konsumsi Rumah Tangga dan UMKM

Berita Golkar – Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Mujakkir Zuhri mengapresiasi keputusan pemerintah tidak menaikkan harga BBM pada 1 April 2026 menjadi langkah strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan harga minyak dunia dan gejolak geopolitik global.

“Saya mengapresiasi langkah dan kebijakan pemerintah dalam hal ini Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia yang memutuskan tidak menaikkan BBM per 1 April ini,” kata Mujakkir kepada Golkarpedia, Kamis (2/4/2026).

Menurut legislator Partai Golkar asal dapil Banten III ini, keputusan tersebut tidak hanya meredakan keresahan masyarakat, tapi juga mampu menjaga inflasi tetap terkendali, khususnya pada sektor pangan dan logistik yang sangat sensitif terhadap perubahan harga energi.

“Kalau BBM dinaikkan sekarang, efek dominonya akan sangat besar. Ongkos transportasi naik, distribusi sembako naik, harga beras, cabai, sayur, hingga kebutuhan pokok lain ikut terdorong. Inflasi sekunder bisa melonjak dan daya beli masyarakat langsung tertekan,” ujarnya.

Mujakkir menilai keputusan pemerintah menahan harga BBM membuat proyeksi inflasi triwulan II 2026 tetap berada dalam rentang target Bank Indonesia, yakni 2,5±1 persen. Bahkan di wilayah Sumatera, termasuk Jambi, tekanan inflasi lokal diperkirakan dapat ditekan sekitar 0,3 hingga 0,5 persen dibandingkan jika harga BBM naik.

Tokoh masyarakat Tangerang ini menjelaskan, kebijakan tersebut juga sangat penting bagi rumah tangga kecil dan menengah karena biaya transportasi, logistik, dan angkutan umum tidak mengalami lonjakan. Hal itu menjaga konsumsi masyarakat tetap tumbuh, padahal konsumsi rumah tangga selama ini menjadi penopang utama perekonomian nasional dengan kontribusi sekitar 55 persen terhadap PDB.

“Ketika masyarakat tidak terbebani kenaikan ongkos harian, mereka masih punya ruang untuk belanja kebutuhan lain. Itu penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi kuartal kedua tetap kuat,” katanya.

Mujakkir memperkirakan, dengan harga BBM tetap stabil, pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal II 2026 berpotensi meningkat 0,4 hingga 0,6 persen di atas baseline 5,1 persen, terutama ditopang sektor konsumsi, perdagangan, ritel, dan UMKM.

Selain itu di sektor usaha kecil, ritel, dan industri makanan-minuman menjadi kelompok yang paling diuntungkan. Stabilitas harga BBM memberi kepastian biaya operasional sehingga pelaku usaha tidak perlu menaikkan harga jual secara mendadak.

“UMKM di daerah sangat sensitif terhadap biaya transportasi. Kalau BBM tetap, maka harga distribusi bahan baku lebih terjaga dan pelaku usaha bisa fokus pada ekspansi usaha, apalagi momentum Ramadan dan Lebaran masih berlangsung,” jelasnya.

Mujakkir menilai keputusan pemerintah menahan harga BBM berhasil meredakan antrean panjang dan kepanikan di SPBU yang sempat muncul akibat isu kenaikan harga.. Setelah ada kepastian resmi dari pemerintah dan Pertamina, kondisi pasar kembali normal dan tidak terjadi penimbunan berlebihan.

“Kebijakan tersebut menjadi bantalan penting untuk menjaga stabilitas sosial, memperkuat daya beli masyarakat, dan memberi ruang bagi pemerintah daerah di Sumatera untuk tetap fokus pada pembangunan ekonomi tanpa dibayangi gejolak harga energi,” tuturnya.

Seperti diketahui sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan tidak ada kenaikan harga BBM subsidi maupun nonsubsidi pada April. Artinya BBM Pertalite tetap Rp 10.000 per liter dan Solar Rp 6.800 per liter.

Keputusan tidak menaikkan harga BBM subsidi di tengah sulitnya pasokan minyak dan gas imbas perang di timur tengah, merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

“Pemerintah atas arahan Bapak Presiden dan hasil rapat, penyesuaian harga untuk BBM subsidi tidak ada penyesuaian naik atau turun. Artinya flat, masih pakai harga sekarang,” ujar Bahlil dalam Konferensi Pers Tentang Kebijakan Pemerintah dalam Mitigasi Risiko & Antisipasi Dinamika Global yang dipantau secara daring melalui YouTube Sekretariat Presiden di Jakarta, Selasa (31/3/2026).

Untuk BBM Nonsubsidi, menurut Bahlil hingga batas waktu yang belum ditentukan, tidak ada perubahan harga. Dengan kata lain, tidak ada kenaikan harga BBM nonsubsidi.

Bahlil mengatakan saat ini pemerintah, Pertamina dan sejumlah Badan Usaha Swasta penyalur BBM masih melakukan pembahasan soal harga BBM nonsubsidi.

“Untuk BBM yang non-subsidi sampai dengan hari ini kami dengan tim Pertamina maupun dengan SPBU, SPBU swasta lain sedang melakukan pembahasan sampai waktu selesai Nah, waktunya kapan? Tunggu dulu. Jadi artinya apa? Belum juga ada penyesuaian harga masih tetap sama,” tutur Bahlil.

Bahlil pun meminta masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan informasi kenaikan harga yang beredar saat ini selain dari sumber pemerintah.

“Selain dari sumber informasi dari pemerintah saya mohon agar kita juga harus lebih cerdas dalam mengelola informasi. Tujuannya apa? Agar kita tetap stabil,” pungkasnya. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *