Berita Golkar – Wakil Ketua Komisi IV DPR Panggah Susanto menegaskan Indonesia memiliki fondasi ideologis dan diplomatik yang kokoh dalam menghadapi dinamika geopolitik global.
Menurutnya, warisan luhur para pendiri bangsa berupa Pancasila dan politik luar negeri Bebas Aktif menjadi kekuatan strategis di tengah rivalitas blok-blok kekuatan dunia.
Politisi Partai Golongan Karya (Golkar) yang juga menjabat Ketua Bidang Penguatan Ideologi DPP Partai Golkar itu menyampaikan, pemahaman mendalam dan pelaksanaan konsisten terhadap Pancasila serta politik Bebas Aktif akan menjadi sumber kekuatan dari dalam negeri sekaligus memperkuat posisi Indonesia di kancah internasional.
“Pemahaman yang mendalam dan pelaksanaan yang konsisten dari kedua warisan itu akan membawa kekuatan ke dalam negeri, sekaligus memperkuat diplomasi Indonesia di tengah masyarakat internasional,” tutur Panggah, dikutip dari RM.
Menurutnya, politik Bebas Aktif bukan sekadar sikap tidak berpihak pada blok tertentu di tengah rivalitas kekuatan besar dunia. Lebih dari itu, politik tersebut memiliki dasar kuat di dalam negeri yang bersumber dari nilai-nilai Pancasila.
Panggah menilai, dalam konteks konflik global seperti ketegangan antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran, sikap Indonesia yang menekankan aspek kemanusiaan dan perdamaian merupakan cerminan nyata nilai-nilai Pancasila.
Ia merujuk pada sila kedua tentang kemanusiaan yang adil dan beradab serta sila keempat yang mengedepankan musyawarah dan penyelesaian damai dibanding pertikaian dan peperangan. “Sikap Indonesia sesuai dengan Pancasila,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa implementasi nilai-nilai Pancasila dan politik Bebas Aktif tidak boleh berhenti pada tataran wacana. Nilai-nilai tersebut harus dipahami secara utuh dan dijalankan secara konsisten.
Keyakinan penuh terhadap kebenaran nilai Pancasila, menurutnya, akan menjadi kekuatan moral dalam diplomasi politik Bebas Aktif Indonesia di panggung internasional.
Ia menambahkan, tantangan yang dihadapi Indonesia tidak ringan. Di panggung global, Indonesia berhadapan dengan kekuatan-kekuatan besar dari berbagai blok yang sarat kepentingan strategis. “Karena yang dihadapi adalah kekuatan-kekuatan besar dari berbagai blok yang sarat kepentingan,” pungkasnya. []



