Berita Golkar – Bendahara Fraksi Partai Golkar DPR RI, Puteri Komarudin hadir memberikan sambutan sekaligus membuka Agenda Dialog Publik Catatan Awal Tahun 2026 dengan tema “Menakar Proyeksi Ekonomi 2026 dalam Rangka Peningkatan Kesejahteraan Rakyat” yang diselenggarakan di Aula Kantin Demokrasi DPR RI.
Putkom, sapaan akrabnya, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan agenda tersebut. “Kami mengapresiasi agenda FOSTA Catatan Awal Tahun yang sangat substantif dan kreatif,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Putri menegaskan bahwa target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen membutuhkan tahapan penguatan dan akselerasi.
“Untuk mencapai target tersebut, pemerintah dan DPR menempatkan tahun 2026 sebagai fase penguatan dan akselerasi, dengan target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 persen sebagaimana tercantum dalam UU APBN 2026. Angka ini bukan merupakan batas akhir, melainkan baseline kebijakan dan batu loncatan strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional ke level yang lebih tinggi pada tahun-tahun berikutnya,” jelasnya.
Legislator Partai Golkar asal dapil Jabar VII ini juga menyoroti ketahanan ekonomi nasional sepanjang tahun 2025.
“Realisasi pertumbuhan ekonomi tahun 2025 masih tetap tangguh di kisaran 5 persen selama beberapa triwulan. Bahkan, hasil asesmen Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang baru saja dirilis menunjukkan bahwa kondisi fiskal, moneter, dan sektor keuangan tetap terjaga selama triwulan IV-2025. Capaian ini menunjukkan ketahanan ekonomi nasional di tengah tekanan global, sekaligus menjadi titik awal untuk melangkah lebih jauh,” ungkap Puteri Komarudin.
Sekjen Depinas SOKSI ini turut menekankan pentingnya sinergi kebijakan di tengah dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian.
“Di tengah volatilitas global yang masih tinggi, penguatan sinergi kebijakan moneter, fiskal, dan sektor jasa keuangan, serta konsistensi komunikasi kepada pelaku pasar menjadi semakin penting. Di sinilah peran forum dialog seperti ini, untuk mengidentifikasi prasyarat kebijakan agar target pertumbuhan tinggi dapat dicapai secara berkelanjutan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua FOSTA FPG DPR RI, Nur Wahyu Satrio, menyampaikan bahwa FOSTA hadir sebagai ruang diskusi dan pertukaran gagasan.
“Kami yang tergabung dalam FOSTA FPG DPR RI hadir sebagai ruang diskusi, ruang bertukar gagasan, sekaligus ruang penyambung aspirasi. Kami ingin memastikan setiap langkah kebijakan ekonomi tidak hanya kuat di angka, tetapi juga benar-benar terasa manfaatnya di dapur masyarakat, di usaha kecil, di petani, buruh, nelayan, hingga generasi muda yang sedang membangun masa depan,” pungkasnya. {}













