Sumba Barat Daya Bersiap Melejit! Gubernur Melki Laka Lena Sebut Potensi Ekonomi Capai Rp. 1 Triliun

Berita Golkar – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena menyebut perputaran ekonomi di Kabupaten Sumba Barat Daya berpotensi menembus Rp1 triliun.

Potensi itu muncul dari pergerakan berbagai program ekonomi di daerah serta meningkatnya aktivitas perdagangan dan mobilitas masyarakat, yang dinilai dapat mendorong wilayah tersebut menjadi pusat tata niaga di Pulau Sumba.

Menurut Gubernur Melki, besarnya aliran dana dari berbagai program nasional, aktivitas koperasi desa, serta perputaran ekonomi masyarakat menunjukkan bahwa Sumba Barat Daya memiliki peluang besar menjadi simpul pergerakan barang, jasa, dan perdagangan di kawasan tersebut.

Ia menilai potensi tersebut perlu ditangkap secara cepat oleh pemerintah daerah dan pelaku usaha agar mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi sekaligus menekan angka kemiskinan di wilayah itu.

Gubernur Melki mengatakan itu ketika kunjungan kerjanya di daratan Pulau Sumba yang ditutup dengan pertemuan bersama para pemangku kepentingan di Kabupaten Sumba Barat Daya, Senin (16/3/2026).

Pertemuan yang berlangsung di Aula Kantor Bupati di Tambolaka tersebut menjadi ruang dialog antara pemerintah provinsi, pemerintah daerah, pelaku usaha, hingga perbankan untuk membahas strategi penguatan ekonomi kerakyatan sebagai upaya menekan kemiskinan dan stunting di wilayah itu.

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena tiba bersama Tim Kerja Percepatan Pembangunan NTT dan disambut langsung oleh Bupati Ratu Ngadu Bonu Wulla serta Wakil Bupati Dominikus Rangga Kaka. Hadir pula unsur Forkopimda, pimpinan DPRD, kepala perangkat daerah, para camat dan kepala desa, kepala sekolah SMA/SMK, kepala puskesmas, pelaku UMKM dan industri kecil menengah, pengelola NTT Mart, hingga perwakilan perbankan.

Gubernur Melki menilai dinamika sosial dan ekonomi di Sumba Barat Daya menunjukkan perkembangan yang cukup positif, meskipun pemerintah daerah harus menghadapi keterbatasan anggaran.

Menurut dia, meningkatnya aktivitas transportasi udara melalui Bandara Tambolaka menjadi salah satu indikator penting pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut. Saat ini, konektivitas penerbangan telah menghubungkan Tambolaka dengan Denpasar di Bali serta Lombok.

“Pergerakan masyarakat dan aktivitas ekonomi semakin tinggi. Ini menandakan bahwa Sumba Barat Daya memiliki potensi besar sebagai pusat pergerakan ekonomi di Pulau Sumba,” ujar Gubernur Melki, dikutip dari SelatanIndonesia.

Ia juga menyoroti potensi besar perputaran dana dari berbagai program nasional di daerah tersebut. Dari program MBG saja terdapat sekitar 84 sekolah dengan 33 titik layanan yang diperkirakan menggerakkan dana hingga Rp300 miliar. Selain itu, terdapat sekitar 175 koperasi desa dengan potensi perputaran dana sekitar Rp3 miliar per koperasi.

“Kalau dihitung dari situ saja, perputaran uang yang masuk ke Sumba Barat Daya bisa mencapai sekitar satu triliun rupiah. Karena itu kita harus memiliki kecekatan untuk menangkap peluang yang ada,” katanya.

Gubernur Melki juga menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi NTT saat ini tengah melakukan konsolidasi berbagai program pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota agar implementasinya lebih terarah. Salah satu fokus utama adalah pembenahan data kemiskinan agar program bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran.

“Kalau datanya baik, maka program yang turun juga akan tepat sasaran. Karena itu kita sedang memastikan data kemiskinan benar-benar valid dan tidak bias,” ujar dia.

Selain itu, ia menekankan pentingnya optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD) agar pemerintah daerah memiliki ruang fiskal yang lebih besar untuk membiayai pembangunan. Penguatan ekonomi kerakyatan juga perlu didukung oleh sektor perbankan, mengingat keterbatasan dana pemerintah.

Menurut Gubernur Melki, tahun ini terdapat alokasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) di NTT yang mencapai sekitar Rp3 triliun. Ia mendorong pemerintah daerah dan pelaku usaha untuk memanfaatkan fasilitas pembiayaan tersebut guna memperkuat sektor usaha kecil dan menengah.

“Skema perbankan harus disesuaikan agar masyarakat kita terbiasa menjadi pengusaha,” kata dia.

Bupati Ratu Wulla saat sambutan menegaskan bahwa kunjungan tersebut menunjukkan komitmen Pemerintah Provinsi NTT dalam mendorong percepatan pembangunan di daerah. Namun, ia mengakui bahwa tantangan pembangunan di Kabupaten Sumba Barat Daya masih cukup besar.

Berdasarkan data Januari 2026, prevalensi stunting di wilayah tersebut tercatat mencapai 40,2 persen atau sekitar 5.470 balita. Sementara itu, data Badan Pusat Statistik per September 2025 menunjukkan tingkat kemiskinan masih berada di angka 25,66 persen atau sekitar 97.680 jiwa.

“Angka kemiskinan dan stunting yang masih tinggi menjadi pekerjaan rumah bersama yang membutuhkan kerja kolaboratif antara pemerintah provinsi, pemerintah daerah, dunia usaha, perbankan, dan seluruh komponen masyarakat,” ujar Bupati Ratu Wulla.

Menurut dia, penguatan ekonomi keluarga menjadi salah satu kunci dalam menekan kedua persoalan tersebut. Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong pengembangan UMKM, industri kecil menengah, serta sektor pertanian dan peternakan agar mampu meningkatkan pendapatan masyarakat.

Di bidang pendidikan, Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya menyiapkan program beasiswa pendidikan tinggi yang ditargetkan dapat melahirkan 100 lulusan magister dan 10 doktor yang dibiayai melalui APBD.

Selain itu, pemerintah daerah juga mendorong putra-putri daerah untuk melanjutkan pendidikan di SMA Taruna Nusantara. Saat ini, sebanyak 66 siswa dari daerah tersebut tengah mengikuti proses seleksi.

Pada sektor perumahan, pemerintah daerah menargetkan pembangunan 245 unit rumah layak huni bagi masyarakat yang membutuhkan pada 2026. Sementara untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, pemerintah daerah membangun Tambolaka Kuliner Center sebagai ruang bagi pelaku usaha kuliner dan UMKM untuk mengembangkan usaha mereka.

Bupati Ratu Wulla juga menyoroti dukungan pemerintah daerah terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Saat ini terdapat tujuh dapur MBG yang telah beroperasi di Sumba Barat Daya. Seluruh kebutuhan bahan pangan bagi dapur tersebut dipasok langsung dari kelompok tani setempat.

“Berapa pun hasil produksi masyarakat harus diterima oleh dapur MBG dan tidak boleh ditolak. Dengan cara ini, petani tetap mendapatkan pasar sekaligus mendukung pemenuhan gizi anak-anak,” kata dia.

Sebelum meninggalkan Sumba Barat Daya, Gubernur Melki bersama rombongan juga meninjau aktivitas di NTT Mart di Tambolaka sebagai bagian dari upaya mendorong penguatan ekonomi kerakyatan di daerah.

Kunjungan di Sumba Barat Daya menjadi penutup rangkaian kunjungan kerja Gubernur NTT bersama Tim Kerja Percepatan Pembangunan NTT di daratan Pulau Sumba sejak Sabtu (14/3/2026). Dalam beberapa hari terakhir, rombongan mengunjungi berbagai daerah untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat sekaligus memastikan program pembangunan berjalan sesuai kebutuhan di lapangan.

Pemerintah Provinsi NTT berharap rangkaian kunjungan tersebut tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, melainkan menjadi awal penguatan kerja bersama antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dunia usaha, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan warga di Pulau Sumba. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *