Berita Golkar – Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Dyah Roro Esti, menanggapi temuan beras premium yang ternyata berisi beras medium. Ia menyampaikan bahwa pihaknya masih terus melakukan pemantauan terhadap peredaran beras di pasaran.
“Kalau untuk beras, untuk MinyaKita, semuanya kita juga turut memantau,” terang Roro kepada wartawan usai mengikuti open house di rumah dinas Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, dilansir detikFinance, Rabu (2/4/2025).
Roro menegaskan bahwa pihaknya akan bertindak tegas terhadap pelanggaran semacam ini, termasuk praktik curang yang mengurangi isi kemasan MinyaKita.
Namun, ia menjelaskan bahwa proses penindakan tidak bisa dilakukan secara mandiri oleh Kementerian Perdagangan. Untuk itu, diperlukan kerja sama dengan Satgas Pangan yang memiliki wewenang dalam menindak pelanggaran.
“Jadi kalau misalnya ada yang tidak sesuai dengan kemasan, misalnya itu kan 5 kg gitu, nanti kita harus bergerak dengan Satgas Pangan untuk kemudian melakukan penindakan. Karena kan yang menindak memang bukan Kemendag, tapi Satgas Pangan,” ucap Roro.
Selain itu, Roro mengungkapkan bahwa selama periode Lebaran 2025, pihaknya terus memantau pergerakan harga bahan pokok di pasar. Berbagai upaya telah dilakukan untuk menjaga stabilitas harga dan meningkatkan daya beli masyarakat, termasuk mengadakan operasi pasar di hampir 4.000 titik.
“Kemarin sudah terlaksana dengan baik, dengan sukses operasi pasar dengan langkah-langkah kita sebetulnya untuk menaikkan daya beli masyarakat menjelang Idul Fitri, pas lagi kemarin bulan puasa gitu ya,” jelas Roro.
“Jadi kita berupaya untuk menstabilkan harga juga dan itu beroperasi cukup maksimal, di 3.992 titik di seluruh Indonesia. Kita melakukan pemantauan juga semuanya kondusif,” paparnya lagi. {}