3.080 Anak di Jakarta Timur Tak Sekolah, Alia Laksono Dorong Gerakan Bersama Kembali Ke Pendidikan

Berita GolkarAnggota Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Alia Noorayu Laksono, mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Jakarta Timur dalam mempercepat penanganan anak tidak sekolah (ATS).

Hal itu disampaikan Alia saat menghadiri kegiatan Akselerasi Penanganan Anak Tidak Sekolah Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, Jumat (28/8/2026).

Alia menekankan bahwa pendidikan tidak sekadar memastikan anak dapat masuk dan duduk di bangku sekolah. Menurutnya, pendidikan merupakan salah satu kunci penting bagi setiap anak untuk meraih masa depan yang lebih baik.

“Saya menyambut baik dan memberikan apresiasi yang tertinggi atas penyelenggaraan kegiatan ini,” ujar Alia, dikutip dari Akurat.

“Bagi saya, pendidikan bukan hanya persoalan anak bisa masuk sekolah dan duduk di ruang kelas, tetapi pendidikan adalah tentang bagaimana kita bisa memastikan tidak ada satu pun anak yang kehilangan kesempatan untuk memiliki masa depan yang lebih baik,” sambungnya.

Menurut Alia, setiap anak harus memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan. Sebab, pendidikan menjadi salah satu faktor penting yang dapat menentukan kesuksesan seseorang di masa depan.

“Karena tentunya kunci dari kesuksesan bagi semua orang adalah memiliki pendidikan,” katanya.

Wakil Ketua Komisi A itu pun mengajak seluruh pihak untuk menjadikan upaya penanganan anak tidak sekolah sebagai gerakan bersama.

Menurut dia, anak-anak yang putus atau belum mengenyam pendidikan harus dicari, dirangkul, dan didampingi agar dapat kembali melanjutkan pendidikan.

“Mari kita jadikan kegiatan hari ini bukan sekadar pertemuan atau menjalankan program, tetapi sebagai gerakan bersama untuk mencari, merangkul, mendampingi, dan mengembalikan anak-anak kita kepada pendidikan, kepada cita-cita, dan kepada masa depan yang lebih baik,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Alia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama memastikan setiap anak mendapatkan haknya untuk menuntut ilmu.

“Mari bersama kita bangkit, pastikan setiap anak bisa menuntut ilmu,” ucapnya.

Sementara itu, Pemerintah Kota Jakarta Timur terus mempercepat penanganan anak tidak sekolah. Berdasarkan data awal, tercatat sebanyak 3.080 anak di wilayah tersebut masuk dalam kategori anak tidak sekolah.

Pesan Tur Lokal

Berbagai dukungan juga diberikan untuk membantu kebutuhan mereka dalam melanjutkan pendidikan, mulai dari perlengkapan sekolah, buku, hingga kartu transportasi JakLingko melalui dukungan Baznas.

Dari program percepatan tersebut, sebanyak 75 anak telah kembali melanjutkan pendidikan. Selain itu, terdapat 11 anak penyandang disabilitas yang diarahkan untuk mendapatkan pendidikan di Sekolah Luar Biasa (SLB) sesuai dengan kebutuhan masing-masing. []