Berita Golkar – Musyawarah Nasional (Munas) X Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) resmi menetapkan Anggota Komisi V DPR RI, Zigo Rolanda, sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) AMPI masa bakti 2026–2031. Penetapan tersebut berlangsung dalam sidang pleno penutupan Munas X AMPI di Hotel Sahid, Jakarta, Selasa (29/9/2026).
Politikus Partai Golkar asal Sumatera Barat itu terpilih setelah menjadi satu-satunya kandidat yang memenuhi persyaratan pencalonan. Zigo memperoleh dukungan dari 26 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) AMPI tingkat provinsi, melampaui batas minimal dukungan yang ditetapkan panitia.
Ketua Panitia Pelaksana Munas X AMPI, Muhammad Syafii, memastikan seluruh tahapan pencalonan dan verifikasi dokumen telah berjalan sesuai ketentuan organisasi.
Terpilihnya Zigo sekaligus menandai dimulainya babak baru kepemimpinan AMPI, dengan agenda penguatan konsolidasi organisasi, regenerasi kader, serta perluasan peran generasi muda dalam menghadapi Pemilu 2029.
Usai ditetapkan sebagai Ketua Umum, Zigo menyatakan kesediaannya menerima amanah tersebut dan berkomitmen membawa AMPI semakin berkembang di seluruh Indonesia.
“Bismillahirrahmanirrahim, saya menerima amanah sebagai Ketua Umum DPP AMPI dan akan mengibarkan panji-panji AMPI di seluruh penjuru Indonesia,” kata Zigo Rolanda.
Sebelum terpilih memimpin organisasi kepemudaan tersebut, Zigo memiliki pengalaman panjang di dunia legislatif. Ia pernah menjabat sebagai anggota DPRD Sumatera Barat periode 2014–2019, kemudian menjadi Ketua DPRD Kabupaten Solok Selatan periode 2019–2024, sebelum akhirnya dipercaya menjadi Anggota DPR RI.
Dalam kepemimpinannya, Zigo langsung menyiapkan sejumlah agenda strategis, terutama pembenahan internal dan penguatan struktur organisasi dari tingkat pusat hingga daerah. Langkah tersebut menjadi fondasi untuk memastikan AMPI mampu menjalankan perannya sebagai wadah kaderisasi sekaligus bagian dari kekuatan politik Partai Golkar.
Zigo menegaskan bahwa konsolidasi akan menjadi pekerjaan pertama yang dilakukan bersama jajaran kepengurusan baru.
“Pertama, tentu kami akan melakukan konsolidasi internal, itu juga evaluasi ke pengurus di DPP, kami akan melakukan konsolidasi ke daerah ya. Yang pertama itu yang kami beresin rumah tangga lah. Yang baik kita lanjutkan, yang tidak baik kita evaluasi. Tentu untuk menjaga target-target Partai Golkar di tahun 2029,” ungkap Zigo.
Selain pembenahan organisasi, perhatian khusus juga diarahkan pada upaya menjangkau pemilih pemula. Zigo menilai pendekatan politik kepada generasi muda perlu disesuaikan dengan perkembangan zaman, termasuk melalui komunikasi yang lebih cair dan bersahabat.
“Ya daerah-daerah, prioritasnya tentu penggalangan pemilih pemula. Penyesuaian-penyesuaian dengan kondisi politik pada hari ini yang mana anak-anak muda hari ini kan maunya politiknya soft, nah itu kita akan membuat bagaimana anak-anak muda tertarik pada AMPI dan juga tertarik kepada Partai Golkar,” tuturnya.
Strategi tersebut diharapkan dapat memperluas keterlibatan anak muda dalam organisasi sekaligus menghadirkan ruang yang lebih terbuka bagi mereka untuk berkontribusi melalui AMPI dan Partai Golkar.
Dalam menghadapi kontestasi politik 2029, Zigo juga menekankan pentingnya mempersiapkan kader yang memiliki kapasitas, integritas, dan kesiapan untuk mengemban tanggung jawab politik, terutama dalam kontestasi legislatif.
“Yang pasti begini, dalam mencapai target kita ikut kontestasi di 2029 itu, tentu harus mempersiapkan kader-kader AMPI yang berkualitas, yang mempunyai integritas, dan satu yang harus kita ketahui adalah AMPI ini adalah bagian dari kawah candradimukanya anak muda Partai Golkar, calon-calon pemimpin Partai Golkar,” pungkas Zigo.
Arah kepemimpinan baru tersebut menjadi bagian dari upaya melanjutkan peran AMPI sebagai wadah pembentukan calon pemimpin muda Partai Golkar, sekaligus memperkuat kontribusi organisasi dalam kehidupan sosial dan politik nasional.
Munas X AMPI sendiri berlangsung setelah melalui dinamika organisasi yang cukup tinggi. Pada pembukaan Munas, Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, memberikan apresiasi terhadap kedewasaan politik para kader muda dalam menyelesaikan perbedaan pandangan hingga forum tertinggi organisasi tersebut dapat terselenggara.
“Sempat terjadi dinamika yang lumayan sebelum-sebelumnya, tetapi alhamdulillah dengan kedewasaan anak-anak muda ini, AMPI bisa membangun satu konsensus, sehingga Munas ini bisa terselenggara dengan baik,” ujarnya, dikutip dari Akurat.
Sarmuji juga menilai kemunculan calon tunggal dalam pemilihan Ketua Umum merupakan hasil dari proses musyawarah yang matang. Kondisi tersebut mencerminkan kemampuan kader muda dalam membangun konsensus dan menjaga keberlangsungan organisasi.
Pandangan serupa disampaikan Muhammad Syafii yang menegaskan bahwa pelaksanaan Munas tetap berpedoman pada mekanisme organisasi.
“Pelaksanaan Munas X AMPI kali ini hanya diikuti satu kandidat calon ketua umum, yaitu Bung Zigo Rolanda. Mengenai pelaksanaan Munas X AMPI hari ini, akan berjalan sesuai mekanisme organisasi,” tegas Syafii.
Di balik penetapan kepemimpinan baru tersebut, penutupan Munas X AMPI juga menghadirkan momen personal bagi Dito Ariotedjo. Ia hadir sebagai utusan Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, untuk menutup forum yang mengantarkan Zigo sebagai penerus kepemimpinan Jerry Sambuaga.
Kehadiran Dito memiliki cerita tersendiri jika menilik kembali perjalanan Munas IX AMPI di Bandung pada 7 Maret 2022. Saat itu, Dito juga menjadi satu-satunya bakal calon Ketua Umum dan telah memperoleh dukungan dari 30 DPD. Namun, menjelang akhir proses pemilihan, ia diminta mundur sehingga Jerry Sambuaga akhirnya terpilih secara aklamasi.
Hampir lima tahun berselang, Dito kembali hadir dalam forum tertinggi AMPI. Kali ini, ia tidak lagi berada dalam kontestasi perebutan kursi ketua umum, melainkan dipercaya menutup Munas yang menetapkan kepemimpinan baru organisasi tersebut.
“Ini momen yang personal buat saya. Dulu di Bandung, saya disuruh mundur dan gak sampai ke penutupan. Hari ini, justru dipercaya oleh Ketum Bahlil menutup Munas. Hidup memang gak ada yang tahu.” ujar Dito, dikutip dari Voi.id.
Penutupan Munas berlangsung setelah sidang pleno dan pembahasan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) kepengurusan Jerry Sambuaga turut diwarnai dinamika, termasuk penolakan dari sejumlah perwakilan daerah. Meski demikian, forum akhirnya menyelesaikan seluruh agenda dan menetapkan Zigo Rolanda sebagai Ketua Umum DPP AMPI periode 2026–2031.
Dalam kesempatan tersebut, Dito menyampaikan salam serta amanat Ketua Umum Partai Golkar kepada seluruh peserta Munas. Ia mengapresiasi kepemimpinan Jerry Sambuaga selama satu periode sekaligus menyampaikan ucapan selamat kepada Zigo atas kepercayaan yang diberikan.
Dito juga mengingatkan pentingnya segera menindaklanjuti hasil Munas melalui konsolidasi organisasi hingga ke daerah. Menurutnya, AMPI memiliki peran strategis dalam merangkul pemilih muda dan menyediakan ruang bagi generasi baru yang ingin terlibat dalam politik serta kegiatan sosial kemasyarakatan.
“Terima kasih untuk Bung Jerry yang sudah menjaga AMPI satu periode ini. Selamat untuk Bung Zigo. Tugas berikutnya jelas: rapatkan barisan dari pusat sampai daerah, dan jadikan AMPI rumah yang nyaman buat anak muda yang mau berpolitik dan berkontribusi untuk masyarakat,” kata Dito.
Pesan tersebut sekaligus mempertegas arah kepemimpinan Zigo dalam membangun AMPI yang lebih inklusif, memperluas ruang kepemimpinan kader muda, serta memperkuat konsolidasi dari pusat hingga daerah.
Dengan berakhirnya Munas X, estafet kepemimpinan dari Jerry Sambuaga kepada Zigo Rolanda resmi dimulai. Tantangan berikutnya adalah menerjemahkan hasil musyawarah menjadi kerja organisasi yang konkret, terutama dalam menyiapkan kader berkualitas dan memperluas keterlibatan generasi muda menjelang Pemilu 2029.



