Berita Golkar – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Hidayat Arsani meninjau langsung kondisi arus mudik di Pelabuhan Tanjung Kalian, Mentok, Bangka Barat, Minggu (15/3/2026).
Dalam tinjauan bersama Forkopimda tersebut, Hidayat menyoroti sejumlah kendala, termasuk durasi sandar kapal yang memakan waktu hingga 3 jam.
Hidayat mengakui pelayanan penyeberangan di pelabuhan tersebut belum sepenuhnya maksimal. Ia pun secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada para pemudik dan pengguna jasa pelabuhan.
“Saya atas nama Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kepada para pengguna jasa menyampaikan permohonan maaf. Apabila masih ada kekurangan dalam pelayanan, tahun depan sedikit demi sedikit akan kita benahi,” kata Hidayat di lokasi, dikutip dari WowBabel.
Salah satu poin krusial yang ditemukan di lapangan adalah lambatnya proses sandar kapal. Menurut Hidayat, waktu tunggu hingga tiga jam sangat merugikan efisiensi perjalanan pemudik.
“Terkait kapal sandar sampai tiga jam, ke depan akan kita benahi. Nantinya kita juga akan menggelar rapat-rapat besar untuk membahas solusi terbaik,” tegasnya.
Hidayat memastikan pemerintah daerah tidak akan tinggal diam. Evaluasi menyeluruh akan dilakukan, mulai dari sistem operasional di pelabuhan hingga kesiapan sarana dan prasarana penunjang lainnya.
Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan pengelola pelabuhan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
“Nanti kita perbaiki sistemnya, sarananya. Kalau memang pelabuhannya kurang memadai, pemerintah daerah juga harus ikut membantu bagaimana agar ke depan lebih baik,” tutup Hidayat.
Peninjauan ini diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi pemudik sekaligus menjadi bahan evaluasi cepat bagi otoritas pelabuhan dalam menghadapi puncak arus mudik Lebaran 2026. []



