Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita Beberkan Dampak Program Inkubator BDI

Berita Golkar – Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyebut pengembangan sumber daya manusia industri sangat krusial. Ia menilai penguatan ekosistem nasional harus didukung oleh lahirnya wirausaha baru yang mandiri dan berdaya saing.

Agus menjelaskan bahwa program inkubator Bisnis Balai Diklat Industri (BDI) secara konsisten mendampingi para pelaku usaha setiap tahun. Ia berharap para peserta mampu menjadi tunas wirausaha yang memberikan kontribusi nyata bagi sektor manufaktur domestik.

“Salah satu SDM industri yang tidak kalah penting untuk terus dikembangkan dan difasilitasi adalah wirausaha industri, khususnya wirausaha baru. Melalui program inkubator bisnis, mereka diharapkan menjadi tunas-tunas wirausaha yang mampu berkontribusi dalam memperkuat ekosistem industri nasional,” kata Agus di Jakarta, Rabu (1/4/2026), dikutip dari RRI.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri Doddy Rahadi menyatakan program ini melibatkan tujuh Balai Diklat Industri. Ia menyebutkan fasilitas inkubasi tersebar di kota Medan, Padang, Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, serta Makassar.

Doddy mengungkapkan bahwa sebanyak 37 wirausaha terpilih telah mendapatkan pembinaan intensif sepanjang tahun 2025 lalu. Ia mencatat para peserta tersebut berhasil menyerap tenaga kerja dengan total mencapai angka 212 orang.

“Pada tahun 2025, program inkubator bisnis yang diselenggarakan oleh tujuh BDI Kemenperin telah membina 37 tenant atau wirausaha baru terpilih dengan total 212 tenaga kerja. Para tenant tersebut bergerak di berbagai sektor, antara lain kriya, fesyen, makanan dan minuman, serta sektor manufaktur lainnya,” ujar Doddy.

Doddy menjelaskan bahwa proses pembinaan usaha dilakukan melalui tiga tahapan utama yang meliputi pra hingga pasca-inkubasi. Ia menegaskan pendampingan mencakup aspek legalitas usaha, akses teknologi canggih, hingga fasilitasi permodalan perbankan.

“Kegiatan ini dilaksanakan melalui tiga tahapan utama, yaitu pra-inkubasi, inkubasi, dan pasca-inkubasi. Tahapan tersebut mencakup proses seleksi, pendampingan dan pengembangan usaha, hingga pemantauan serta fasilitasi permodalan,” ucap Doddy.

Doddy memaparkan keberhasilan jenama Zeea dalam mengembangkan produk pakaian olahraga khusus muslimah melalui pendampingan Balai Diklat Industri. Ia menyebut produk tersebut sukses menembus pasar setelah berkolaborasi dengan publik figur nasional ternama.

Doddy mengapresiasi inovasi Zeta Teknik yang menciptakan mesin pencuci helm otomatis berbasis internet untuk segala hal. Ia menilai karya anak bangsa tersebut membuktikan bahwa wirausaha lokal mampu menguasai teknologi industri modern.

Doddy menyebut sektor makanan dan minuman juga menunjukkan potensi besar melalui pengembangan komoditas sagu di Makassar. Ia melihat pemanfaatan sumber daya alam Sulawesi Selatan sebagai alternatif pangan lokal yang bernilai gizi tinggi. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *