Ketergantungan Impor Jadi Bumerang! Menteri UMKM Maman Abdurrahman Soroti Krisis Bahan Baku Plastik

Berita Golkar – Kondisi geopolitik di Timur Tengah (Timteng) yang tak kunjung usai, berimbas pada kenaikan harga plastik di Indonesia yang melonjak drastis hingga 50 persen per April 2026.

Kenaikan ini disebabkan gangguan pasokan bahan baku impor (nafta) dari Timteng. Kondisi tersebut, menyebabkan kenaikan biaya produksi biji plastik dan memaksa pedagang serta UMKM menipiskan margin keuntungan.

Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengakui, akan berdampak juga bagi para pengusaha UMKM di Indonesia.

“Kenaikan ini berdampak langsung pada pelaku UMKM yang menggunakan plastik sebagai bahan pembungkus produk mereka,” katanya ditemui usai kegiatan halal bihalal Kementerian UMKM di Jakarta, Senin (6/4/2026).

Diakui Maman, dirinya juga sudah menerima keluhan dan aspirasi dari pelaku UMKM terkait kenaikan harga bahan plastik.

“Saat saya berada di China kemarin, saya mendapatkan laporan mengenai kondisi ini dan langsung menugaskan tim untuk berdiskusi dan berkoordinasi dengan Perdagangan (Kemendag),” ujarnya, dikutip dari RM.

Terkait poin-poin apa saja yang telah dirumuskan atau dikoordinasikan dengan Kemendag, Maman masih enggan membeberkannya lebih jauh. “Kami akan terus memantau perkembangan dan segera menginformasikan hasilnya kepada media dan publik,” tuturnya.

Dia menekankan, gangguan pasokan bahan baku dari Timteng mencapai 60-70 persen ketergantungan impor Indonesia. Maka dari itu, kenaikan harga kantong plastik diperkirakan bisa melonjak sekitar Rp 5.000-Rp10.000 per pak, atau naik hampir 50 persen.

Dampaknya, para pedagang pasar dan UMKM kuliner terpaksa menyesuaikan harga jual produk atau mengurangi keuntungan.

Maman menjelaskan, bahan baku plastik merupakan produk turunan dari minyak mentah (crude oil) yang diproduksi di dalam negeri. Kenaikan harga minyak dunia menjadi salah satu penyebab utama naiknya harga plastik.

Menurut Maman, Pemerintah tengah menyiapkan langkah mitigasi yang tepat untuk mengurangi dampak kenaikan harga plastik terhadap UMKM. Namun, ia meminta masyarakat bersabar menunggu hasil pembahasan tim terkait.

“Kami sudah cek penyebab kenaikan ini, dan memang salah satu faktor utamanya adalah naiknya harga produk turunan minyak yang menjadi bahan baku plastik,” ujarnya.

Politisi Partai Golkar ini menegaskan, Pemerintah berkomitmen untuk mencari solusi terbaik agar pelaku UMKM tetap dapat berproduksi dengan biaya yang terjangkau. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *