Berita Golkar – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak tekanan ekonomi global dan ancaman El Nino, sekaligus memperkuat kepedulian sosial dan gotong royong di lingkungan masing-masing.
“Kondisi dunia tidak sedang baik-baik saja dan dampaknya sudah mulai terasa, harga-harga mulai naik. Karena itu kita harus lebih bijak membelanjakan uang dan melihat kiri kanan kita. Jangan sampai ada tetangga yang kesulitan makan tapi kita tidak tahu. Kita tidak boleh bersikap apatis,” katanya di Kupang, Selasa (7/4/2026).
Ia juga meminta peran aktif komunitas basis, gereja, dan pemerintah desa serta perangkat lainnya di level desa untuk mendeteksi secara dini warga yang benar-benar membutuhkan bantuan agar intervensi pemerintah bisa tepat sasaran.
Sebab, menurut dia, jika terdeteksi lebih awal, tentu bisa saling membantu lewat desa, kabupaten, provinsi, dan bahkan melalui gereja. Namun harus memastikan mana yang benar-benar membutuhkan dan mana yang tidak.
Gubernur menambahkan, meskipun kapasitas fiskal pemerintah terbatas, bantuan bagi warga rentan tetap menjadi prioritas selama data penerima jelas dan teridentifikasi sejak awal.
Selain tekanan ekonomi, Melki juga mengingatkan potensi kekeringan akibat El Nino yang diperkirakan lebih panjang dan lebih panas tahun ini. Ia merujuk pada prediksi BMKG bahwa siklus El Nino kini semakin cepat akibat perubahan iklim.
“El Nino ini biasanya lima tahunan, tapi sekarang bisa lebih cepat dan dampaknya lebih panjang. Karena itu kita harus hemat air dan jaga tanaman yang sudah ada,” katanya, dikutip dari Antaranews.
Ia mengimbau masyarakat, khususnya petani untuk mengantisipasi kondisi tersebut dengan pengelolaan air yang lebih efisien serta menjaga produktivitas pertanian.
Dalam konteks penguatan ekonomi, Gubernur juga mendorong masyarakat memanfaatkan program NTT Mart sebagai ruang pemasaran produk UMKM lokal.
Ia membuka peluang bagi komunitas gereja dan masyarakat untuk memproduksi berbagai barang seperti makanan olahan, kerajinan, hingga produk tenun untuk dipasarkan.
“Silakan produksi apa saja, nanti kita kurasi dan bisa masuk NTT Mart. Kita ingin produk masyarakat punya nilai tambah dan bisa dijual dengan baik,” ujarnya. []



