Berita Golkar – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, wacana pemotongan gaji menteri imbas konflik Timur Tengah memang sudah pernah dibahas.
“Nanti kita lihat, waktu itu ada pembahasan, tapi kita monitor saja,” kata Airlangga, di Istana, Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Meski demikian, Airlangga enggan berbicara lebih jauh perihal opsi pemotongan gaji menteri demi efisiensi. “Siapa yang menyampaikan saja waktu itu ditanyakan kepada yang bersangkutan,” imbuh dia, dikutip dari laman DPR RI.
Purbaya duga gaji menteri dipotong 25 persen Dikutip dari Kompas TV, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, pemerintah masih mengkaji wacana pemotongan gaji pejabat negara di tengah upaya menjaga efisiensi anggaran.
Purbaya menyebut, wacana pemotongan gaji pejabat, termasuk menteri, masih tahap pembahasan dan belum ada keputusan final.
Menurut dia, kesiapan untuk menerapkan kebijakan pemotongan gaji akan diberlakukan dengan menunggu arahan resmi dari Presiden Prabowo Subianto.
“Kalau DPR saya enggak tahu, kalau menteri saya enggak apa-apa, kita lihat kebijakan Presiden seperti apa,” kata Purbaya, di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, di Jakarta, Senin (7/4/2026).
Purbaya mengaku tidak keberatan jika gajinya dipotong. “Enggak apa-apa, kan banyak duitnya,” ucap dia.
Meski belum ada keputusan final, Purbaya memperkirakan besaran pemotongan gaji bisa mencapai sekitar 25 persen. Namun, angka tersebut masih bersifat asumsi pribadinya.
Ketika ditanyai apakah pemotongan gaji sudah pasti, Purbaya mengatakan, sudah ada pembicaraan mengenai hal tersebut, tetapi keputusan terakhirnya masih belum pasti. []



