Berita Golkar – Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Dadang Naser menyoroti maraknya praktik penangkapan dan penyelundupan benih bening lobster (benur) di sepanjang pantai selatan Indonesia.
Hal itu disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi IV DPR RI bersama Kelompok Pembudidaya Benih Lobster, Senin (20/4/2026).
Dadang mengungkapkan bahwa aktivitas penangkapan benur masih berlangsung masif, terutama pada malam hari.
“Saya berjalan di sepanjang pantai selatan, kalau malam itu lampu nyala semua. Itu penangkapan benur,” ujarnya, dikutip dari VisiNews.
Ia juga menyoroti bahwa meskipun pemerintah telah menghentikan ekspor benur, praktik ekspor ilegal diduga masih terus terjadi. Menurutnya, kondisi ini berpotensi merugikan negara secara signifikan. “Ketika di-stop ekspor benur, ternyata perjalanan ekspor itu masih berjalan. Itu negara dirugikan,” tegasnya.
Dalam forum tersebut, Dadang menyatakan dukungannya terhadap usulan pembentukan panitia kerja (panja) khusus terkait tata kelola benur. Ia menilai langkah ini penting untuk merumuskan solusi komprehensif, termasuk kemungkinan kerja sama internasional.
“Kita bikin panja lobster benur. Nanti akan bertemu lagi untuk mencari solusi, termasuk mana yang harus dikerjasamakan dengan negara Vietnam, supaya kita bisa alih teknologi dari mereka,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia juga menyinggung pentingnya peran akademisi dan lembaga terkait dalam pengembangan budidaya benur di dalam negeri. Menurutnya, upaya pembesaran benur di daerah seperti Pangandaran perlu didukung secara serius agar menjadi solusi jangka panjang.
Dadang menilai bahwa kebijakan penghentian ekspor tanpa diimbangi pengawasan ketat justru memicu meningkatnya penyelundupan. “Intinya, makin di-stop ekspor benur, makin menggila itu penyelundupan,” katanya.
Ia berharap pimpinan Komisi IV DPR RI dapat segera menindaklanjuti pembentukan panja tersebut guna mempercepat penanganan persoalan benur yang dinilai semakin kompleks. []



