Berita Golkar – Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar bidang Kebijakan Publik, Idrus Marham, apresiasi keberhasilan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga bahan bakar minyak (BBM) sebagai capaian strategis di tengah tekanan global. Ia menilai, kondisi tersebut bukan hanya berdampak pada terjaganya daya beli masyarakat, tapi juga menjadi indikator kuat stabilitas perekonomian nasional di tengah gejolak harga energi dunia.
“Hal ini mencerminkan kapasitas Prabowo Subianto sebagai pengambil keputusan sekaligus arsitek kebijakan yang tegas dan visioner, dengan kematangan menetapkan arah strategis mempertahankan stabilitas harga BBM,” papar Idrus Marham.
Idrus menggarisbawahi bahwa stabilitas harga BBM per 1 April 2026, termasuk tetapnya harga Pertalite di angka Rp. 10.000 per liter, adalah hasil kebijakan yang terukur dan konsisten. Menurutnya, capaian ini tidak terlepas dari sinergi kepemimpinan yang kuat antara pengambil kebijakan dan pelaksana di lapangan.
“Di saat yang sama, Bahlil Lahadalia menjalankan peran eksekutorial secara impresif; dengan patriotisme dan kecakapan manajerialnya yang teruji, ia mampu menerjemahkan arahan presiden ke dalam implementasi kebijakan yang efektif dan terukur,” kata Idrus Marham kepada Golkarpedia.
Ia menilai, kolaborasi antara Presiden Prabowo Subianto dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjadi kunci utama dalam menjaga efektivitas kebijakan energi nasional. Sinergi tersebut dinilai mampu menghadirkan orkestrasi kebijakan yang solid, mulai dari perumusan hingga implementasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Dengan demikian, kinerja keduanya tidak hanya ‘klop’ dalam arti koordinatif, tetapi juga produktif dalam menghasilkan stabilitas yang berdampak langsung bagi kepentingan nasional,” tegas Idrus Marham
Lebih jauh, Idrus memaknai capaian ini tidak semata sebagai keberhasilan teknokratis, melainkan sebagai bentuk kemaslahatan yang dirasakan secara luas oleh masyarakat. Stabilitas harga energi, menurutnya, memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan kehidupan ekonomi rakyat.
“La’in syakartum laazidannakum, Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Allah akan menambah (nikmat) kepadamu,” imbuh Idrus.
Dalam konteks menjaga keberlanjutan pasokan energi, ia juga menyoroti langkah proaktif pemerintah melalui diplomasi energi. Presiden Prabowo bersama jajaran, termasuk Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, melakukan kunjungan strategis ke sejumlah negara, termasuk Rusia, untuk mengamankan pasokan minyak mentah di tengah potensi gangguan distribusi global. Pertemuan dengan Presiden Vladimir Putin disebut sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional.
“Ketika dunia menghadapi tekanan dari konflik geopolitik dan fluktuasi harga minyak, Indonesia tetap tenang. Ini tidak terjadi secara kebetulan. Ini hasil dari kepemimpinan yang kuat dan eksekusi kebijakan yang terukur,” tambah Idrus.
Di sisi lain, Idrus juga mengakui bahwa kebijakan mempertahankan harga BBM memiliki konsekuensi terhadap meningkatnya beban subsidi. Namun demikian, ia menegaskan bahwa langkah tersebut mencerminkan keberpihakan pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi global. “Ini keberpihakan yang nyata,” pungkas Idrus.



