Berita Golkar – Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham menyoroti dinamika pro dan kontra yang mengemuka pascapenunjukan Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup oleh Prabowo Subianto.
Menurutnya, perdebatan tersebut merupakan hal wajar dalam ruang demokrasi, namun publik diminta tetap objektif dalam menilai kapasitas kepemimpinan.
Idrus menilai keputusan Presiden tidak semata didasarkan pada latar belakang pendidikan formal, melainkan mempertimbangkan proses panjang yang membentuk karakter seseorang sebagai pemimpin.
“Yang paling pokok itu bukan hanya pendidikan formal, tetapi bagaimana seseorang lahir dari proses perjuangan panjang sebagai aktivis,” kata Idrus, dalam keterangannya Rabu (29/4/2026), dikutip dari Tribunnews.
Idrus menegaskan, pengalaman sebagai aktivis justru menjadi nilai tambah yang signifikan. Dalam proses tersebut, seseorang ditempa oleh berbagai dinamika, baik pengalaman manis maupun pahit, yang memperkaya perspektif sekaligus membentuk karakter kepemimpinan yang matang.
Menurut Idrus, pemimpin yang lahir dari proses perjuangan panjang memiliki sensitivitas sosial dan responsivitas yang lebih kuat terhadap persoalan publik. Karakter tersebut dinilai relevan dalam menangani isu lingkungan hidup yang kompleks dan multidimensi.
“Ciri karakter itu lebih sensitif, lebih responsif, lebih peka, dan lebih mobile, bahkan dalam sikap kepemimpinannya akan diinspirasi oleh nilai-nilai patriotisme dan nasionalisme yang kuat. Ini yang dibutuhkan dalam menangani persoalan lingkungan hidup yang bersentuhan langsung dengan masyarakat,” ujarnya.
Idrus juga mengingatkan bahwa sektor lingkungan hidup tidak hanya menyangkut aspek teknis, tetapi erat dengan persoalan sosial. Sebab itu, dibutuhkan pemimpin yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki pengalaman lapangan.
“Kerja-kerja lingkungan hidup itu memerlukan sensitivitas dan responsibilitas tinggi. Banyak persoalan sosial yang muncul dari proses pembangunan, dan itu butuh pemimpin yang terbiasa menghadapi dinamika tersebut,” ucapnya.
Di tengah dukungan tersebut, kritik terhadap Jumhur tetap bermunculan, terutama terkait kasus hukum yang pernah menjeratnya.
Namun, Jumhur telah memberikan klarifikasi bahwa dasar hukum dalam kasus tersebut telah dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi, sehingga status hukumnya dinyatakan gugur.
Menanggapi polemik ini, Idrus mengajak publik untuk tidak terjebak pada masa lalu semata, melainkan memberi ruang bagi pemimpin untuk membuktikan kinerjanya. “Kita harus dukung. Justru dengan pengalaman panjang itu, dia punya bekal untuk menghadapi tantangan ke depan,” katanya.
Presiden Prabowo Subianto melantik Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup, di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin siang, (27/4/2025).
Prabowo melantik Jumhur menggantikan Hanif Faisol Nurofiq yang kini menjadi Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan. []



