Airlangga Hartarto Siapkan Jurus Baru Dongkrak Ekonomi Kuartal II, Gaji ke-13 dan Insentif Otomotif Jadi Andalan

Berita Golkar – Pemerintah menyiapkan sederet stimulus tambahan untuk menjaga tren positif pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2026. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi hilangnya momentum musiman Ramadan dan Idul Fitri, serta bayang-bayang ketidakpastian global akibat konflik di Timur Tengah.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, Pemerintah akan mengandalkan belanja negara sebagai motor penggerak utama.

Pada kuartal I-2026, ekonomi Indonesia berhasil tumbuh 5,61 persen secara tahunan, yang sebagian besar ditopang oleh aktivitas fiskal yang agresif.

“Pemerintah sudah menyiapkan berbagai strategi. Salah satu yang akan kita genjot adalah belanja Pemerintah,” kata Airlangga di Jakarta, Rabu (5/5/2026), dikutip dari RM.

Menurutnya, pencairan gaji ke-13 Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Juni mendatang, serta insentif sektor otomotif juga disiapkan untuk menjaga daya beli. “Kami harapkan belanja Pemerintah juga akan menjadi penopang di kuartal II,” ujar Airlangga.

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, Pemerintah bersama :contentReference[oaicite:0]{index=0} (BI) terus memastikan likuiditas pasar tetap terjaga.

Salah satu stimulus yang akan segera diluncurkan adalah Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk kendaraan listrik berbasis nikel per 1 Juni 2026.

“Kami akan memberikan stimulus tambahan ke perekonomian, enggak lama lagi akan diumumkan. Mungkin 1 Juni akan mulai jalan,” ujar Purbaya.

Selain itu, Pemerintah melalui :contentReference[oaicite:1]{index=1} (LPEI) bakal menyalurkan kredit berbunga rendah bagi industri tekstil untuk modernisasi mesin. Purbaya menekankan bahwa ekonomi nasional saat ini berada dalam kondisi solid.

“Pebisnis juga tidak perlu terlalu khawatir, ekonomi kita masih akan terus membaik,” katanya.

Meski berbagai stimulus jangka pendek telah disiapkan, Direktur Eksekutif :contentReference[oaicite:2]{index=2} (CORE) Indonesia Mohammad Faisal mengingatkan pentingnya efektivitas program dalam menciptakan lapangan kerja formal. Menurutnya, ketergantungan pada stimulus konsumsi memiliki batas waktu tertentu.

“Untuk menjaga pertumbuhan ekonomi, tidak cukup hanya mengandalkan stimulus jangka pendek. Namun juga membutuhkan program yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat secara lebih berkelanjutan,” ujar Faisal, Jumat (8/5/2026).

Faisal menyoroti program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) yang harus mampu menggerakkan ekonomi akar rumput melalui keterlibatan UMKM lokal. Dia menilai, penguatan pendapatan masyarakat adalah kunci utama menghadapi perlambatan musiman di kuartal kedua.

“Program MBG contohnya, harus makin banyak keterlibatan UMKM lokal. Jadi, program yang sudah ada diperbaiki lagi agar desainnya benar-benar efektif menciptakan lapangan kerja formal dan menaikkan income masyarakat,” pungkasnya. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *