Walikota Effendi Edo Andalkan 70 Cagar Budaya Jadi Kekuatan Besar Pariwisata Kota Cirebon

Berita Golkar – Pemerintah Kota Cirebon, Jawa Barat, menyebut keberadaan puluhan objek cagar budaya di daerah tersebut menjadi andalan utama dalam pengembangan sektor pariwisata berbasis sejarah, tradisi, serta kearifan lokal masyarakat setempat.

Walikota Cirebon Effendi Edo di Cirebon, Jumat (22/5/2026), mengatakan daerahnya memiliki posisi penting sebagai salah satu pusat pertumbuhan peradaban di wilayah pesisir utara Jawa Barat, dengan banyaknya warisan budaya yang masih terjaga hingga saat ini.

Ia menyampaikan saat ini terdapat 70 objek cagar budaya yang telah ditetapkan pemerintah daerah, serta 41 objek diduga cagar budaya yang masih dalam proses identifikasi dan penilaian oleh Tim Ahli Cagar Budaya.

“Ini menjadi bukti bahwa Cirebon menyimpan warisan peradaban yang sangat besar dan harus dijaga bersama,” katanya, dikutip dari Antaranews.

Menurut dia, kekayaan budaya tersebut meliputi berbagai situs bersejarah seperti Keraton Kasepuhan, Kanoman, Kacirebonan, Kaprabonan, hingga Taman Wisata Goa Sunyaragi yang menjadi identitas budaya daerah.

Edo menuturkan pelestarian cagar budaya kini menjadi salah satu pilar strategis dalam visi pembangunan Kota Cirebon berkelanjutan, karena tidak hanya berkaitan dengan aspek sejarah tetapi juga mendukung pengembangan sektor wisata budaya.

“Keberlanjutan sektor tersebut dapat memberikan efek ekonomi yang luas bagi masyarakat melalui pertumbuhan usaha pariwisata dan ekonomi kreatif,” katanya.

Pihaknya pun mencatat jumlah kunjungan wisatawan sepanjang 2025 mencapai lebih dari 5 juta orang, didukung dengan keberadaan 284 hotel, kafe, dan restoran serta 316 pelaku ekonomi kreatif yang bergerak di subsektor budaya maupun pariwisata.

Ia menyampaikan selain mengembangkan sektor wisata, pemerintah daerah terus memperkuat tata kelola kebudayaan melalui berbagai inovasi di tengah keterbatasan yang dihadapi saat ini.

Salah satunya, kata dia, melalui optimalisasi Museum Topeng Cirebon yang mencatat 9.975 kunjungan sepanjang 2025 sebagai bagian dari upaya memperluas edukasi berbasis wisata sejarah kepada masyarakat.

Pihaknya pun menghadirkan Gedung Rarasantang sebagai ruang kreatif publik di Kota Cirebon, sekaligus pusat aktivitas bagi 201 sanggar dan kelompok kesenian di daerah tersebut.

“Kami terus bergerak dan berinovasi di tengah keterbatasan yang ada. Namun penguatan kebijakan dari pemerintah pusat tetap sangat dibutuhkan agar pelestarian cagar budaya dapat berjalan lebih optimal,” tuturnya. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *