Gubernur Melki Laka Lena Rombak BUMD NTT, Era Penyertaan Modal ‘Suka-Suka’ Resmi Berakhir

Berita Golkar – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena melakukan perombakan besar-besaran pada jajaran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Pembenahan ini ditandai dengan pelantikan komisaris serta direksi baru untuk PT Flobamor (Perseroda), PT Kawasan Industri Bolok (KIB) (Perseroda), dan Direktur Kepatuhan Bank NTT, seperti dilansir dari Detikcom.

Langkah penyegaran manajemen ini ditujukan untuk masa bakti 2026-2030 dan 2026-2031. Melalui perubahan struktural tersebut, Pemerintah Provinsi NTT berharap dapat memicu akselerasi pertumbuhan ekonomi di wilayahnya.

Dalam perombakan di PT KIB, posisi Komisaris Independen kini ditempati oleh Fredrik Benu dan Daniel Tonu. Sementara itu, jabatan Direktur Utama diserahkan kepada Rusyanto Nehemia Constatin Hiskia, didampingi Kretisana Jagi yang mengemban tugas sebagai Direktur Keuangan dan Operasional.

Perubahan kepengurusan juga menyasar PT Flobamor. Samuel Halundaka bersama Sonny Supersemar Pellokila diangkat sebagai Komisaris Independen, sedangkan posisi Direktur Utama dipercayakan kepada Dominggus Elcid Li.

Manajemen PT Flobamor diperkuat oleh Maxi Julians Rihi Dara sebagai calon Direktur Keuangan dan Operasional, Leonardo Adiyanto Waleng sebagai Direktur Pengembangan Ekonomi Kerakyatan, Fransiskus Kasmir Nuryadin Bata sebagai Direktur Pengadaan Barang dan Jasa, serta Yose Rizal sebagai Direktur Pengembangan Usaha.

Pergeseran posisi penting terjadi pula di Bank NTT dengan diberhentikannya Christofel Adoe dari jabatan Direktur Kepatuhan sesuai SK Gubernur Nomor 817/KEP/HK/2026. Melki Laka Lena kemudian menunjuk Revi Silawati melalui SK Nomor 179/KEP/HK/2026 untuk mengemban jabatan tersebut sejak Mei 2026 hingga Mei 2031.

Bersamaan dengan pelantikan tersebut, Melki Laka Lena memberikan peringatan keras mengenai pengelolaan keuangan. Gubernur NTT menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan lagi menggelontorkan dana penyertaan modal tanpa adanya perencanaan bisnis yang matang.

“Mereka akan dikasih penyertaan modal setelah rencana bisnis mereka itu kita setujui. Jadi baik dari kami maupun DPRD NTT juga biar dengarkan semua sehingga objektif,” kata Melki Laka Lena, dikutip dari ViralMedia.

Kebijakan baru ini mewajibkan setiap BUMD menyusun rencana pemanfaatan dana secara mendetail. Sistem pengawasan ketat akan diterapkan agar setiap rupiah yang dialokasikan dapat dipertanggungjawabkan kegunaannya.

“Penyertaan modal itu bukan kaya zaman dulu kala kita kasih suka-suka dong. Langsung rinci kalau dapat Rp 12 miliar, misalnya untuk PT Flobamor apa yang mau dikerjakan programnya. Begitu juga dengan KI Bolok kita akan cek masing-masing BUMD,” ujar Melki Laka Lena.

Politisi Golkar tersebut kembali menekankan bahwa transparansi program menjadi syarat mutlak yang tidak bisa ditawar oleh perusahaan daerah.

“Setiap penyertaan modal harus disertai program kerja yang terukur dari masing-masing perusahaan daerah,” kata Melki Laka Lena.

Mengenai pengisian jabatan lain di Bank NTT, Melki Laka Lena mengonfirmasi bahwa proses seleksi untuk satu posisi komisaris masih terus berjalan dan sedang ditinjau oleh otoritas terkait.

“Sementara itu, Komisaris yang satunya lagi diproses ibu Rita Wuisan, diproses di OJK,” ujar Melki Laka Lena.

Kesiapan Sektor Perbankan Daerah

Di tempat terpisah, Direktur Kepatuhan Bank NTT yang baru, Revita Silawati, memberikan respons terkait tugas barunya. Ia menyatakan komitmen penuh untuk memperkuat sistem tata kelola serta mitigasi risiko di lembaga perbankan tersebut.

“Sesuai dengan tupoksi saya Direktur Kepatuhan, mulai dari kepatuhan dan manajemen risiko tentunya menjadi partner bisnisnya Bank NTT. Sesuai rencana bisnisnya akan mengawal menjadi partner agar target yang akan dicapai di bidang funding maupun lending itu seiring sejalan dengan penerapan tata kelola dan manajemen risiko,” kata Revita Silawati.

Revita Silawati, yang merupakan pejabat perwakilan dari Bank Jatim, optimistis strategi pengawalan regulasi ini dapat membawa dampak positif bagi stabilitas perusahaan.

“Sehingga Bank NTT bisa bertumbuh sesuai visinya, menjadi bank yang sehat, kuat dan terpercaya dengan memperhatikan rambu-rambu regulasi yang ada, itu target saya,” kata Revita Silawati. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *