Ahmed Zaki Iskandar Dorong AMPG Jadi Mesin Regenerasi Partai Golkar Menuju 2029

Berita Golkar – Ketua DPD Partai Golkar DKI Jakarta, Ahmed Zaki Iskandar, mendorong Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) DKI Jakarta untuk menjadi motor penggerak regenerasi kader muda guna memperkuat basis partai menjelang Pemilu 2029.

Hal itu disampaikan Zaki saat menghadiri pengukuhan Pengurus Daerah (PD) AMPG DKI Jakarta di Halaman Kantor Golkar DPD Golkar DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Minggu (14/6/2026).

Menurutnya, regenerasi menjadi kebutuhan penting bagi Partai Golkar agar mampu terus menghadirkan gagasan, energi, dan semangat baru dalam menjawab berbagai persoalan masyarakat.

“Penting sekali perekrutan kader muda ini karena regenerasi di Partai Golkar harus berjalan dengan cepat. Kita percaya dengan regenerasi, banyak aspirasi, banyak tenaga baru, semangat baru, pikiran baru untuk Partai Golkar Provinsi Jakarta bergerak maju menjadi penyambung lidah masyarakat Jakarta,” kata Zaki, dikutip dari Akurat.

Ia menilai posisi Jakarta yang masih menjadi pusat aktivitas politik dan ekonomi nasional membuat tantangan politik ke depan semakin besar.

Karena itu, AMPG DKI Jakarta diharapkan mampu menjadi lokomotif dalam menjaring kader-kader muda potensial di berbagai wilayah ibu kota.

Menurut Zaki, organisasi sayap kepemudaan tersebut memiliki peran strategis dalam memperluas basis kader partai. Ia bahkan mengapresiasi kepengurusan baru AMPG DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Fauzan yang telah menghimpun 303 pengurus.

Mantan Bupati Tangerang dua periode itu menilai jumlah tersebut menjadi modal awal yang kuat untuk melakukan ekspansi kaderisasi secara masif.

Ia mendorong setiap pengurus aktif mengajak generasi muda di lingkungan masing-masing untuk bergabung dan terlibat dalam aktivitas kepartaian.

“AMPG DKI Jakarta ini bisa menjadi lokomotif bagi perekrutan kader-kader baru dan kader-kader muda di Provinsi Jakarta,” ujarnya.

Lebih lanjut, Zaki mengingatkan bahwa kader Golkar harus hadir di tengah masyarakat dan memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar.

Menurutnya, ukuran keberhasilan kader bukan hanya kemampuan mengumpulkan massa, melainkan sejauh mana mereka dikenal dan berkontribusi di komunitasnya.

“Kalau bisa mengumpulkan 1.000 orang di sini tapi tidak dikenal di lingkungan rumahnya, percuma. Maka dari itu, kita mulai dari lingkungan rumah sendiri,” tukasnya. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *