Gubernur Lemhannas Ace Hasan Syadzily Siapkan Generasi Pemimpin Tangguh Lewat 5 Pilar Kepemimpinan

Berita GolkarGubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI Ace Hasan Syadzily resmi menutup Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) Angkatan ke-69 di Ruang Dwi Warna Purwa, Lemhannas RI, Jakarta, Selasa (7/7/2026).

Sebanyak 110 peserta dinyatakan lulus setelah menyelesaikan seluruh rangkaian pendidikan yang dirancang untuk membentuk pemimpin nasional yang berkarakter, berintegritas, berwawasan kebangsaan, serta memiliki kemampuan analisis strategis dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa.

Dalam sambutannya, Ace Hasan menegaskan bahwa para alumni telah dibekali berbagai kompetensi kepemimpinan agar mampu menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan nasional sekaligus menjadi penggerak perubahan menuju Indonesia Emas 2045.

“Saya meyakini, melalui Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional ini, saudara-saudara telah ditempa untuk menjadi bagian dari solusi bangsa, menjadi perekat persatuan, menjadi agen perubahan, dan menjadi pemimpin yang mampu mengantarkan Indonesia menuju visi besar Indonesia Emas 2045,” ujar Ace.

Menurut Ace, dinamika geopolitik dunia yang semakin kompleks, meningkatnya rivalitas kekuatan besar di kawasan Indo-Pasifik, hingga pesatnya perkembangan teknologi menuntut Indonesia memiliki pemimpin yang mampu membaca perubahan global tanpa kehilangan pijakan pada kepentingan nasional. Karena itu, Lemhannas terus memperkuat pendidikan kepemimpinan yang menanamkan nilai-nilai kebangsaan, integritas, serta ketajaman analisis strategis sebagai fondasi dalam setiap pengambilan keputusan.

Ia berharap seluruh alumni P4N Angkatan 69 mampu mengimplementasikan ilmu, wawasan kebangsaan, serta jejaring yang diperoleh selama mengikuti pendidikan untuk memperkuat tata kelola pemerintahan, pembangunan nasional, dan ketahanan nasional.

“Saya berharap para alumni P4N Angkatan 69 dapat menjadi teladan, agen perubahan, dan penggerak budaya integritas di institusi masing-masing, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi penguatan tata kelola pemerintahan, pembangunan nasional, dan ketahanan nasional yang tangguh,” katanya.

5 Pesan Kepada Alumni P4N

Dalam kesempatan tersebut, Ace juga menitipkan lima pesan utama kepada seluruh alumni sebagai pedoman dalam menjalankan kepemimpinan di berbagai bidang. Pesan pertama menekankan pentingnya menjaga integritas, karakter kebangsaan, serta keteguhan moral sebagai fondasi utama dalam mengemban amanah kepemimpinan.

“Jadilah pemimpin nasional yang berintegritas, berkarakter kebangsaan, dan memiliki keteguhan moral dalam menjalankan tugas dan pengabdian. Di tengah tantangan global yang semakin kompleks, bangsa ini memerlukan pemimpin yang tidak mudah terpengaruh oleh kepentingan sempit, namun tetap konsisten menjaga kepentingan nasional,” tegas Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar ini.

Ace juga mengingatkan bahwa perubahan global berlangsung semakin cepat. Perkembangan geopolitik, kemajuan Artificial Intelligence (AI), transformasi ekonomi digital, hingga ancaman siber menuntut lahirnya pemimpin yang mampu beradaptasi dengan cepat sekaligus menghadirkan solusi yang inovatif.

“Jadilah pemimpin yang adaptif dan visioner dalam menghadapi perubahan global. Perkembangan geopolitik, Artificial Intelligence, ekonomi digital, dan ancaman siber menuntut pemimpin yang mampu berpikir strategis, cepat beradaptasi, dan menghadirkan solusi inovatif bagi kemajuan bangsa,” ujarnya.

Selain memiliki kapasitas kepemimpinan, Ace menilai para alumni juga memikul tanggung jawab besar untuk menjaga persatuan nasional. Menurutnya, pemimpin harus mampu memperkuat kohesi sosial di tengah masyarakat yang semakin dinamis, sekaligus merawat keberagaman sebagai kekuatan bangsa.

“Jadilah perekat persatuan dan penjaga kohesi nasional. Dalam kondisi masyarakat yang semakin dinamis dan terbuka, pemimpin harus mampu menjaga persatuan, merawat keberagaman, serta mencegah polarisasi dan konflik sosial yang dapat mengganggu stabilitas nasional,” katanya.

Lebih lanjut, Ace mengingatkan pentingnya kepekaan strategis terhadap berbagai isu yang akan menentukan masa depan Indonesia. Ketahanan pangan, ketahanan energi, perubahan iklim, transformasi digital, dan ketahanan ekonomi nasional harus menjadi perhatian setiap pemimpin dalam merumuskan kebijakan.

“Setiap pemimpin dituntut mampu membaca perubahan, mengantisipasi risiko, dan menyiapkan langkah-langkah strategis terhadap berbagai tantangan, mulai dari ketahanan pangan, ketahanan energi, perubahan iklim, transformasi digital, hingga ketahanan ekonomi nasional,” jelasnya.

Sebagai penutup, Ace mengajak seluruh alumni menjaga dan memperkuat jejaring kebangsaan yang telah terbangun selama mengikuti pendidikan di Lemhannas RI. Menurutnya, kolaborasi lintas lembaga, lintas sektor, dan lintas generasi akan menjadi modal penting dalam mempercepat terwujudnya Indonesia Emas 2045.

“Kolaborasi, sinergi, koordinasi, dan jejaring strategis antarlembaga, antarsektor, serta antargenerasi sangat penting dalam memperkuat kolaborasi nasional guna mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Ace turut mengapresiasi dukungan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang memberikan pembekalan kepada peserta mengenai integritas, pencegahan korupsi, pengendalian gratifikasi, pengelolaan konflik kepentingan, hingga pembangunan budaya antikorupsi. Menurutnya, materi tersebut semakin memperkuat karakter kepemimpinan yang menjadi tujuan utama penyelenggaraan P4N.

Berdasarkan keputusan Dewan Penilai pada 6 Juli 2026, sebanyak 110 peserta P4N Angkatan 69 dinyatakan lulus. Mereka berasal dari unsur TNI AD, TNI AL, TNI AU, Polri, kementerian, lembaga negara, lembaga pemerintah nonkementerian, pemerintah daerah, unsur nonpemerintah, serta enam peserta dari negara sahabat, yakni Australia, India, Kamboja, Malaysia, Singapura, dan Timor-Leste.

Ace berharap seluruh alumni mampu membawa semangat kebangsaan, kepemimpinan yang berintegritas, serta kemampuan berpikir strategis ke lingkungan kerja masing-masing. Dengan bekal tersebut, para alumni diharapkan menjadi penggerak perubahan yang mampu memperkuat tata kelola pemerintahan, menjaga persatuan nasional, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *