DPP, Slipi  

Dipimpin Ali Mochtar Ngabalin, Delegasi Partai Golkar ke China Audiensi ke Ketum Bahlil Lahadalia

Berita Golkar20 orang Delegasi Partai Golkar dipimpin Ketua Bidang Luar Negeri dan Hubungan Internasional DPP Partai Golkar, Ali Mochtar Ngabalin bersilaturahmi dan melakukan audiensi dengan Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia Selasa malam (14/07/2026). Bahlil didampingi Waketum DPP Partai Golkar sekaligus Ketua Umum DPP Ormas MKGR, Wihaji.

Ali Mochtar Ngabalin menyebutkan 20 kader Partai Golkar berasal dari sayap partai dan ormas Hasta Karya baik pendiri maupun yang didirikan Partai Golkar. Partai Golkar mendapat undangan dari International Departement Communist Party of China (IDCPC) atau Partai Komunis China untuk mengunjungi Guangzhou (Guangdong), Changsha dan Shaoshan (Hunan), Lanzhou (Gansu) serta Beijing pada 15-23 Juli 2026.

Ali Mochtar sebagai pimpinan delegasi didampingi sekretaris Amriyatie Amin melaporkan 20 kader Partai Golkar akan mengikuti sejumlah seminar politik, mengunjungi pusat bisnis dan industri, komunitas binaan CPC atau PKT dan menemui elite partai dan pejabat di sejumlah provinsi.

“Kader-kader Partai Golkar yang berangkat ke China akan belajar soal diplomasi dan siap menjadi diplomat. Bidang Luar Negeri dan Hubungan Internasional DPP Partai Golkar sendiri sudah membentuk pokja dan sedang mempersiapkan Sekolah Diplomat,” tutur Ali Mochtar.

Di kesempatan yang sama, Wihaji memberi sejumlah wejangan untuk delegasi. Mendukbangga/ Kepala BKKBN di kabinet Merah Putih ini menegaskan Partai Golkar selalu menghasilkan kader-kader terbaik dengan memberikan keleluasan untuk menelurkan ide dan gagasan serta menghasilkan karya.

“Di bawah kepemimpinan Ketua Umum Bahlil Lahadalia, DPP Partai Golkar memberikan ruang sebesar-besarnya untuk berkarya dan berkreasi. Bagi para delegasi ke China, bawalah tak hanya pesan-pesan kepartaian tapi juga pesan kenegaraan. Lebih bagus lagi jika bisa menebar manfaat bagi pekerja migran dan diaspora Indonesia,” ujar Wihaji.

Bahlil Lahadalia menekankan agar anggota delegasi mendalami pola pikir kader-kader PKC. “Mereka mampu melakukan transformasi dari komunis menjadi kapitalis dalam bisnis, ekonomi dan industrialisasi,” papar Bahlil yang juga Menteri ESDM ini.

Bahlil berpesan agar delegasi banyak belajar dan mempelajari ekonomi China. “Belajar hingga ke China itu sudah benar. Mereka punya banyak sumber daya alam dan jago meningkatkan nilai tambahnya. China paling hebat urusan hilirisasi!” kata Bahlil bersemangat.

Bahlil juga berharap delegasi menjaga nama baik negara dan partai serta senantiasa ikut menyukseskan program luar negeri dan hubungan Internasional presiden Prabowo. “Kalian jaga nama baik Indonesia dan Partai Golkar. Lakukan yang terbaik untuk mendukung semua program pak Prabowo khususnya soal diplomasi luar negeri dan hubungan internasional,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *