Pileg  

Adopsi K-Pop Untuk Kampanye, Chong Sung Kim Jadi Sorotan Banyak Media Asing

Berita Golkar – Calon Legislatif (Caleg) DPR RI dari Partai Golkar, Chong Sung Kim, menjadi sorotan banyak media asing karena mengadopsi “K-Pop” sebagai slogan kampanyenya.

Seperti yang diberitakan oleh media Amerika Serikat, apnews.com dan usnews.com, Bang Kim -sapaan akrabnya- telah mengadopsi “K-pop”, yang merupakan singkatan dari “Kredibel, Profesional, Objektif dan Peduli”.

“Masyarakat Jakarta sangat familiar dengan istilah K-pop. Mereka mendengarnya setiap hari. Ini menarik dan mudah dimengerti,” kata Bang Kim, dikutip Senin (12/2/2024).

Selain itu, Bang Kim berjanji untuk mencoba mendatangkan lebih banyak bintang K-pop ke Indonesia dan menurunkan harga tiket konser mereka.

Sosok caleg dengan nomor urut 7 Partai Golkar pada Dapil DKI Jakarta II ini, juga berkeinginan untuk membangun hubungan dengan negara asalnya, Korea Selatan.

Hal ini dilakukan demi kolaborasi di bidang pendidikan dan memberikan lapangan pekerjaan yang lebih banyak untuk generasi muda Indonesia.

Sementara itu, media Hongkong hk.news.yahoo.comdan media Brunei borneobulletin.com juga menyoroti gaya kampanye yang digunakan sosok imigran asal Korea Selatan ini.

Tak ingin ketinggalan, media India, bnnbreaking.com, juga menyoroti kampanye yang dilakukan oleh Kim. Dijelaskannya, kampanye tersebut berupa pemanfaatan budaya populer yang terjadi di Indonesia saat ini.

Selanjutnya, media Bulgaria bta.bg juga menyoroti Kim pada saat berkampanye di sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta, Selasa, (30/1/2024).

Sebagai informasi, Bang Kim telah memegang paspor Indonesia sejak 11 tahun yang lalu, tepatnya dari Tahun 2013.

Sosok yang juga dikenal sebagai advokat ini, dilantik dan diambil sumpahnya oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham DKI Jakarta saat itu, Rusdianto, pada Rabu (23/10/2013), pukul 09.30 WIB.

Selama di Indonesia, Bang Kim pernah mendirikan Indoyang & Partners Law Firm. Selain itu, ia terpilih menjadi Ketua Umum Gerakan Advokasi dan Hukum Kosgoro 1957 dalam Musyawarah Besar organisasi tersebut, pada April 2022. {sumber}