Berita Golkar – Di sela-sela kunjungan kerja masa resesnya di Dapil Sumut III, anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI, Ahmad Doli Kurnia Tandjung, mendatangi rumah Ibu Bardiah di Kecamatan Binjai Utara, Kota Binjai.
Seperti diketahui, beberapa hari belakangan ini viral berita seorang ibu yang memohon kepada pemerintah memulangkan puteranya yang ditahan 47 hari oleh Pemerintah Kamboja di Phnom Penh.
“Saya mendengar berita itu langsung dari kawan-kawan media di Binjai. Karena yang bersangkutan adalah warga di dapil saya, tentu saya tidak bisa membiarkan masalah itu begitu saja. Minimal kita tahu persis duduk persoalannya secara langsung, sehingga kita bisa cari solusinya”, ujar Wakil Ketua Baleg DPR RI ini.
Dalam kunjungan ke rumah Ibu Bardiah itu, Doli yang juga Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar didampingi oleh Ketua DPRD Kota Binjai, Tini Kuswartini Surbakti, Anggota DPRD Provinsi asal Dapil Binjai-Langkat, M Yusuf (Ucok Aang) dan Palacheta, serta Zainuddin Purba dan Zulchairi Pahlawan.
“Siang ini saya sengaja datangi langsung untuk mengkonfirmasi, memberikan pejelasan dan mencari solusi terhadap Saudara Ardiansyah. Tadi malam saya sudah koordinasi dengan kawan-kawan Komisi 1 DPR RI dan tadi pagi saya sudah bicara langsung dengan Duta Besar RI di Phnom Penh, Santo Darmosumarto,” sebut Doli
Lebih lanjut Doli menjelaskan bahwa kasus seperti ini jamak terjadi. Pertama, sudah dipastikan bahwa memang Ardiansyah ini pergi ke Kamboja secara unprosedural (ilegal), hanya dengan visa wisata 2024 lalu dan bekerja juga di tempat ilegal. Ini kejadian yang kedua kali, namun yang pertama yang bersangkutan tidak mau pulang ke Indonesia.
Kedua, bagaimanapun ceritanya, sebesar apapun kesalahannya, yang jelas ada warga kita di negara lain yang terlibat masalah. Tentu kita tidak bisa lepas tanggung jawab. Pemerintah suka atau tidak suka harus mengurus mereka. Info dari KBRI Phnom Penh lebih kurang ada sekitar 5000 WNI unprosedural di sana yang sedang diurus kepulangannya.
“Kehadiran saya di sini juga sekaligus ingin menjelaskan bahwa pemerintah selalu bertanggung jawab dan mengurusi WNI yang bermasalah di luar negeri. Saya juga minta kepada Pak Dubes untuk memberikan atensi khusus kepulangan Ardiansyah. Penjelasan ini penting agar berita yang sedang viral ini tidak berkembang kemana-mana. Kemudian saya meminta kepada Ibu Bardiah agar meminta Ardiansyah untuk tidak menolak pulang lagi, bila semua dokumen deportasinya selesai. Dan bila ada kendala tiket, Insya Allah saya bisa ikut bantu. Nanti sesudah pulang, kalau mau kembali bekerja lagi ke luar negeri, harus sesuai prosedur,” pungkasnya. []












