Pileg  

Asal Kerja Keras, Partai Golkar Bisa Raih 2 Kursi DPR Dari Dapil Sulsel I

Berita Golkar – Dari 8 Bakal calon Legislatif (Bacaleg) Partai Golkar untuk daerah pemilihan (Dapil) Sulawesi Selatan I DPR RI, petahana Hamka B Kady masih menjadi unggulan utama. Namun tak menutup kemungkinan Partai Golkar meraih dua kursi jika para Bacaleg bekerja mulai saat ini.

Adapun Caleg Golkar di Sulsel I DPR RI diantaranya Hamka B Kady, Hamsiah Iksan, Listiaty Fachruddin, Emil Abeng, Farouk M Beta, Ernawati Tahang, Raha Bungawali Mandji dan Ajiep Padindang.

“Jika kita menjadikan persentase elektabilitas sebagai ukuran, maka Hamka B Kady masih berada di posisi teratas,” kata Direktur Politik Profetik Institute, Asratillah.

Namun peluang meraih dua kursi masih terbuka jika seluruh Bacaleg Golkar bekerja maksimal meraih suara. “Saya melihat potensi untuk mendapatkan kursi kedua masih tetap terbuka bagi Golkar, dan ini bisa terealisasi jika semua caleg yang ada dalam DCS mampu bekerja maksimal dalam mencari suara,” ujarnya.

Menurut Asratillah Hamka B Kady, Ajiep Padindang, Listiaty Fachruddin dan Hamsiah Iksan yang merupakan Istri Bupati Jeneponto, mereka semua ini punya basis politiknya masing-masing.

“Jika keempatnya mampu mengoptimalkan kerja-kerja elektoralnya di basis masing-masing, maka Golkar akan bisa leading di Dapil I dan menambah capaian kursi,” bebernya.

Dirinya melihat saat ini hanya Hamka B Kady sebagai petahana yang terpantau aktivitas sosialisasinya di tingkat bawah, mulai dari atribut hingga konsolidasi-konsolidasi tim di tingkat kecamatan bahkan desa.

“Begitu pula dengan Ibu Lis yang saat ini menjabat sebagai Ketua Golkar Bantaeng, sudah memperlihatkan mobilisasi jaringan dan atribut, apalagi setelah bebasnya NA tentu memberikan kekuatan elektoral tersendiri bagi Ibu Lis,” bebernya.

Adapun Ajiep Padindang yang berlatar belakang Bugis Bone tentu akan menjadi magnet sendiri bagi kantong-kantong elektoral berbasis peranakan Bone di Dapil I dan jumlahnya tidak sedikit.

“Beliau (Ajiep) adalah anggota DPD-RI yang tentunya memberikan modal politik yang cukup baik untuk maju ke senayan. Yang mesti dilakukan oleh pak Ajiep ke depan adalah, merapikan tim dan menentukan dengan presisif segmen-segmen suara yang akan disasar,” bebernya.

Sementara Hamsia Iksan yang juga adalah istri dari Bupati Jeneponto, secara geopolitik memiliki potensi elektoral besar.

“Mengingat jumlah pemilih Jeneponto yang 295.617 orang akan menjadi lumbung suara besar, ditambah sporadis peranakan Turatea di wilayah Dapil I yang juga cukup besar. Namun menurut pantauan kami sampai hari ini, bu Hamsiah Iksan belum cukup getol dalam mensosialisasikan diri khususnya di Jeneponto sendiri,” papar Asratillah.

Sehingga, Golkar mesti mensolidkan para calegnya di Dapil I untuk menambah capaian kursi. Mesti ada pengaturan internal agar kontestasi yang terjadi di internal Golkar bersifat Kompetitif-Kolaboratif.

“Artinya di satu sisi para caleg berlomba mendapatkan suara terbanyak, namun di sisi lain mereka bekerjasama untuk memenangkan Golkar. Tentu ini membutuhkan mekanisme insentif bagi caleg-caleg Golkar, agar mereka tetap antusias mencari suara bagaimanapun hasil akhirnya,” pungkasnya.  {sumber}