Berita Golkar – Penguatan nilai-nilai kebangsaan harus dimulai dari lingkungan masyarakat yang paling dekat dengan kehidupan warga. Lembaga kemasyarakatan dan para penggerak masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga persatuan, kerukunan, serta semangat gotong royong di tengah keberagaman.
Begitu dikatakan, Anggota MPR RI Atalia Praratya, kembali menggelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan MPR RI, di Aula Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, yang diikuti peserta dari unsur lembaga kemasyarakatan dan tokoh masyarakat yang berasal dari Kecamatan Cimahi Utara, Kecamatan Cimahi Tengah, dan Kecamatan Cimahi Selatan.
“Empat Pilar Kebangsaan bukan hanya konsep yang dipahami secara teoritis, tetapi nilai yang harus dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari cara kita bermusyawarah, saling menghormati perbedaan, hingga menjaga solidaritas sosial di tengah masyarakat,” ujar Atalia, dalam keterangan tertulisnya, Senin (16/3/2026), dikutip dari RMOLJabar.
Kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan tersebut merupakan amanat konstitusional MPR RI sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014.
Empat Pilar Kebangsaan yang meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika disosialisasikan sebagai fondasi utama kehidupan berbangsa dan bernegara yang perlu terus diperkuat di seluruh lapisan masyarakat.
Legislator Partai Golkar itu juga menyoroti berbagai tantangan kebangsaan yang dihadapi saat ini, seperti meningkatnya individualisme, melemahnya semangat kebersamaan, serta derasnya arus informasi digital yang kerap memicu kesalahpahaman dan polarisasi sosial.
Oleh karena itu, Atalia menilai sosialisasi Empat Pilar perlu terus dilakukan secara berkelanjutan dan menyentuh langsung komunitas masyarakat.
“Kekuatan bangsa Indonesia terletak pada persatuan masyarakatnya. Ketika nilai-nilai Pancasila benar-benar dipraktikkan di tingkat komunitas, maka ketahanan sosial bangsa akan semakin kokoh,” katanya.
Atalia berharap para peserta dapat menjadi agen penguat nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan di lingkungannya masing-masing.
Ia menekankan bahwa pemahaman terhadap nilai kebangsaan harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang mencerminkan semangat persatuan, toleransi, dan gotong royong.
“Dari masyarakat, kita merawat Indonesia. Ketika nilai-nilai kebangsaan hidup di tengah warga, maka persatuan bangsa akan semakin kuat dan masa depan Indonesia akan semakin kokoh,” pungkasnya.
Sosialisasi ini juga menghadirkan akademisi dari Universitas Ekuitas Indonesia, Neneng Hayati. Dia menjelaskan pentingnya internalisasi nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan dalam kehidupan sosial masyarakat serta dalam tata kelola organisasi kemasyarakatan.
Menurutnya, Pancasila tidak hanya menjadi dasar negara, tetapi juga pedoman etika sosial yang dapat memperkuat solidaritas, tanggung jawab sosial, dan kepemimpinan komunitas yang berintegritas.
Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dan pandangan dari para peserta terkait implementasi nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.
Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, Ibu Noneng Komara Nengsih, yang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan.
Menurutnya, penguatan nilai-nilai kebangsaan memiliki keterkaitan erat dengan pembangunan sosial masyarakat, khususnya dalam menjaga harmoni dan solidaritas di tengah keberagaman. []



