Berita Golkar – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan bentuk investasi jangka panjang yang dirancang untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia sekaligus memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan.
Penegasan tersebut disampaikan Airlangga menanggapi sorotan lembaga pemeringkat Fitch Ratings yang menilai peningkatan belanja sosial, termasuk program MBG, berpotensi memberi tekanan terhadap ruang fiskal pemerintah.
“Jadi itu (MBG) adalah sebuah investasi dan banyak negara melakukan itu. Bahkan Amerika pun melakukan itu,” kata Airlangga dalam konferensi pers Pembekalan Nasional Talenta Semikonduktor 2026 di Jakarta, Kamis.
Airlangga menjelaskan bahwa berbagai kajian internasional menunjukkan investasi pada program pemenuhan gizi bagi masyarakat memiliki dampak ekonomi yang signifikan dalam jangka panjang. Ia merujuk pada studi yang dilakukan oleh Bank Dunia dan Rockefeller Foundation yang menunjukkan bahwa setiap satu dolar yang diinvestasikan dalam program MBG berpotensi menghasilkan manfaat ekonomi hingga tujuh dolar.
Program serupa, lanjutnya, juga telah diterapkan di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, sebagai bagian dari strategi pembangunan sumber daya manusia yang berorientasi jangka panjang.
“Sehingga ini adalah tantangan long term dan medium term yang tidak bisa kita menghilangkan long term hanya untuk short term,” tuturnya.
Sebelumnya, dalam laporannya, Fitch memperkirakan defisit fiskal Indonesia pada 2026 berada di kisaran 2,9 persen dari produk domestik bruto (PDB). Tekanan terhadap anggaran negara antara lain dipicu oleh peningkatan belanja pemerintah, termasuk program makan bergizi gratis yang diperkirakan mencapai sekitar 1,3 persen dari PDB.
Meski demikian, Fitch tetap mempertahankan peringkat utang Indonesia pada level BBB atau masih berada dalam kategori layak investasi. Lembaga pemeringkat tersebut juga menilai stabilitas makroekonomi Indonesia relatif terjaga dengan rasio utang pemerintah yang masih berada pada tingkat moderat.


