Firman Soebagyo Dukung Pencopotan Pimpinan BGN, Minta Prabowo Lanjutkan Operasi Bersih-Bersih

Berita Golkar – Anggota Komisi IV Fraksi Partai Golkar DPR RI Firman Soebagyo menilai pencopotan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) beserta dua wakilnya merupakan langkah yang tepat untuk menyelamatkan kredibilitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG), meski menurutnya keputusan tersebut seharusnya dapat dilakukan lebih cepat.

Bagi Firman, pergantian pimpinan di tubuh BGN tidak bisa dipandang sekadar sebagai rotasi jabatan. Langkah itu merupakan sinyal tegas bahwa pemerintah tidak boleh memberikan ruang bagi siapa pun yang berpotensi menghambat pelaksanaan program strategis nasional yang menyangkut kepentingan jutaan rakyat.

“Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali,” kata Firman Soebagyo saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta.

Politisi senior Partai Golkar itu menegaskan bahwa MBG merupakan salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto yang memiliki dimensi kemanusiaan sangat besar karena menyasar pemenuhan gizi puluhan juta anak Indonesia. Karena itu, tata kelola program harus dijaga dari berbagai potensi penyimpangan yang dapat menggerus kepercayaan publik.

“Program MBG bukan program biasa. Ini menyangkut masa depan generasi bangsa. Karena itu saya mendukung penuh langkah pencopotan tersebut. Jangan sampai program yang baik justru dirusak oleh praktik-praktik yang tidak sesuai dengan tujuan awalnya. Jika ada pejabat yang menghambat atau tidak mampu menjalankan amanah dengan baik, maka evaluasi bahkan pencopotan merupakan langkah yang wajar,” tegasnya.

Namun demikian, Firman yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini mengingatkan bahwa pergantian pimpinan di BGN tidak boleh berhenti sebagai langkah simbolis. Menurutnya, kasus yang terjadi harus menjadi momentum untuk melakukan pembenahan tata kelola secara lebih luas di lingkungan pemerintahan.

Wakil Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI, Firman Soebagyo menilai Presiden Prabowo perlu menjadikan peristiwa tersebut sebagai pintu masuk untuk melakukan audit investigatif dan evaluasi menyeluruh terhadap kementerian maupun lembaga negara yang mengelola anggaran besar dan program-program strategis.

“Bersih-bersih ini jangan berhenti di BGN. Harus menjadi gerakan yang lebih luas. Jika ada kementerian atau lembaga lain yang menjalankan praktik-praktik yang merugikan negara dengan pola yang sama, maka harus ditindak tegas. Rakyat berhak mendapatkan kepastian bahwa setiap rupiah uang negara benar-benar digunakan untuk kepentingan masyarakat, bukan untuk kepentingan segelintir oknum,” ujarnya.

Firman menegaskan bahwa keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran yang digelontorkan pemerintah, tetapi juga oleh integritas para pejabat yang diberi amanah untuk menjalankannya.

Karena itu, ia berharap kepemimpinan baru di BGN mampu memperkuat tata kelola, meningkatkan akuntabilitas, dan memastikan program berjalan tepat sasaran.

Sebelumnya, pemerintah melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional melalui pemberhentian Kepala BGN dan dua wakil kepala sebagai bagian dari evaluasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Program tersebut merupakan salah satu prioritas utama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang ditargetkan menjangkau seluruh peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di seluruh Indonesia pada 2027.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *