Berita Golkar – Ramadan bukan sekadar tentang menahan lapar dan dahaga, melainkan tentang seberapa besar manfaat yang bisa ditebar bagi sesama. Semangat itulah yang ditunjukkan oleh Anggota Komisi VII DPR RI, Gandung Pardiman melalui aksi kemanusiaan menghibahkan tanah miliknya seluas 350 meter persegi untuk perluasan pemakaman warga.
Momen penyerahan sertifikat tanah ini menjadi saksi bisu betapa nilai-nilai kepedulian masih kental terasa di tengah masyarakat Bantul. Hibah ini diperuntukkan bagi warga Dusun Mojolegi dan Numpukan, Karangtengah, Imogiri, yang selama ini mulai kesulitan mendapatkan ruang di area pemakaman yang lama.
Menjawab Keresahan Warga di Waktu yang Tepat
Selama beberapa tahun terakhir, keterbatasan lahan makam menjadi isu sensitif bagi warga. Letak makam lama yang berada di kontur perbukitan curam kerap menyulitkan proses penggalian, terutama di saat darurat.
“Penyerahan sertifikat di bulan Ramadan ini adalah jawaban dari doa-doa warga. Kami sangat bersyukur, tanah hibah ini posisinya lebih landai dan mudah diakses, sehingga sangat memudahkan proses pemakaman nantinya,” tutur Barozi, Ketua Pengurus Makam Kenteng, dikutip dari SiJogja.
Syarief Guska Laksana, yang hadir mewakili keluarga, menyampaikan bahwa penyerahan ini merupakan bentuk pengabdian tanpa henti dari sang ayah. Meski proses administrasi pemecahan sertifikat memakan waktu sejak tahun 2024, keluarga berkomitmen agar amanah ini harus segera dituntaskan agar manfaatnya bisa langsung dirasakan.
“Bapak ingin setiap langkah politiknya dibarengi dengan aksi nyata yang langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Hibah lahan makam adalah investasi akhirat yang manfaatnya akan terus mengalir meskipun kita sudah tidak ada nanti,” ungkap Guska di hadapan tokoh masyarakat dan awak media.
Sinergi Bersama Media Massa
Acara yang dikemas dalam bentuk buka puasa bersama ini juga menjadi ajang refleksi bagi Gandung Pardiman Center (GPC) tentang pentingnya literasi informasi. Gandung menegaskan pilihannya untuk tetap konsisten menggandeng media massa arus utama (cetak dan elektronik) dalam menyiarkan kegiatan sosialnya.
Hal ini bertujuan agar setiap bantuan yang diberikan transparan, dapat dipertanggungjawabkan, dan menginspirasi pihak lain untuk melakukan hal serupa.



