DPP  

Geopolitik Memanas, Arvi Jatmiko Dorong Penguatan Stok dan Produksi Pangan Nasional

Berita Golkar – Ketegangan yang terus meningkat di kawasan Timur Tengah mulai berdampak pada pasar komoditas global. Harga sejumlah bahan pangan dunia bergerak fluktuatif, sementara biaya distribusi ikut terdorong naik. Situasi ini dinilai menjadi alarm bagi banyak negara, termasuk Indonesia, untuk memperkuat fondasi ketahanan pangannya.

Ketua Umum Golkarians for Prabowo (GoPro), Arvi Jatmiko, mengatakan pemerintah sudah berada di jalur yang tepat dengan fokus pada penguatan produksi dan cadangan pangan nasional.

“Dinamika di Timur Tengah bisa berimbas ke harga global. Kita tidak boleh lengah. Pemerintah saat ini justru sedang memperkuat stok dan produksi dalam negeri, itu langkah yang tepat,” kata Arvi saat dimintai tanggapan, Selasa, 3 Maret 2026.

Menurut dia, ketahanan pangan tidak bisa dilihat hanya dari panen tahunan. Yang lebih penting adalah kemampuan negara menjaga cadangan dalam situasi tak terduga. Ia menilai pendekatan pemerintah yang mendorong peningkatan produksi beras, penguatan stok strategis, serta intervensi stabilisasi harga sudah relevan dengan kondisi global saat ini.

“Kalau cadangan aman dan distribusi terkendali, masyarakat tidak perlu panik. Negara harus hadir memastikan itu,” ujarnya.

Arvi juga menyinggung posisi Indonesia sebagai negara dengan populasi terbesar dan ekonomi terbesar di ASEAN. Stabilitas pangan domestik, kata dia, berpengaruh terhadap kawasan. Dalam teori keamanan regional yang dikemukakan Barry Buzan, negara inti memiliki dampak besar terhadap stabilitas lingkungan sekitarnya.

“Indonesia ini negara kunci di Asia Tenggara. Kalau kita stabil, kawasan ikut stabil,” tambahnya.

Di sisi lain, Arvi mengingatkan pentingnya belajar dari praktik lokal yang telah lama menjaga ketersediaan pangan secara mandiri. Ia mencontohkan komunitas adat seperti Baduy dan Kesepuhan Ciptagelar yang dikenal memiliki tradisi menyimpan hasil panen dalam lumbung untuk jangka panjang.

“Mereka tidak menghabiskan hasil panen sekaligus. Ada disiplin menjaga cadangan. Prinsip seperti itu sebenarnya sangat relevan dalam skala nasional,” katanya.

Ia menilai, kombinasi antara kebijakan modern—melalui peningkatan produktivitas dan penguatan distribusi—dengan semangat menjaga cadangan jangka panjang akan membuat Indonesia lebih siap menghadapi ketidakpastian global.

“Geopolitik dunia bisa berubah cepat. Tapi kalau pangan kita aman, masyarakat tetap tenang. Itu yang paling penting,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *