Kaparak Naik Kelas! Umbu Rudi Kabunang Apresiasi Terobosan Anak Muda Sumba Olah Pangan Lokal Jadi Produk Modern

Berita Golkar – Upaya hilirisasi komoditas pangan lokal di Sumba Timur kembali mendapat perhatian. Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar daerah pemilihan Nusa Tenggara Timur II, Umbu Rudi Kabunang menyatakan dukungan penuh terhadap pengembangan produk Kaparak Coklat Cookies, inovasi kuliner berbasis pangan lokal yang diproduksi oleh Melma Bakery and Catering.

Dukungan itu disampaikan Umbu Rudi saat menerima tim Melma di Rumah Aspirasi, Uma Watu, Waingapu, Sabtu (14/3/2026). Menurutnya, inisiatif yang digagas oleh anak-anak muda Sumba ini merupakan contoh nyata bagaimana komoditas lokal dapat diolah menjadi produk bernilai tambah yang memiliki peluang ekonomi.

“Ini terobosan yang sangat baik. Anak-anak muda yang merupakan lulusan sarjana dari berbagai universitas besar di Indonesia memilih kembali ke kampung halaman untuk mengembangkan potensi lokal. Inisiatif seperti ini patut kita dukung bersama,” kata Umbu Rudi, dikutip dari SelatanIndonesia.

Ia menilai, inovasi yang dilakukan tim Melma sejalan dengan agenda pembangunan nasional yang mendorong hilirisasi komoditas lokal. Gagasan tersebut, kata dia, juga searah dengan visi pembangunan yang didorong oleh Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena serta Presiden RI Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya peningkatan nilai tambah produk lokal di daerah.

Menurut Umbu Rudi, ketika komoditas lokal tidak lagi dijual hanya sebagai bahan mentah, tetapi diolah menjadi produk kreatif dan bernilai ekonomi tinggi, maka dampaknya akan dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Kalau anak-anak muda mulai mengolah bahan pangan lokal menjadi produk seperti ini, maka petani juga ikut merasakan manfaatnya. Jagung, kacang, dan bahan lokal lainnya punya nilai tambah,” ujarnya.

Kaparak Coklat Cookies sendiri merupakan pengembangan dari kaparak, pangan tradisional masyarakat Sumba yang terbuat dari jagung dan kacang sangrai yang ditumbuk bersama. Pada masa lalu, kaparak menjadi salah satu alternatif makanan pokok masyarakat di Pulau Sumba.

Melalui inovasi kuliner, bahan pangan tradisional tersebut kini diolah menjadi cookies modern yang tetap mempertahankan bahan baku lokal. Produk ini bahkan tergolong gluten free karena menggunakan 100 persen tepung jagung.

Produk Kaparak Cookies versi original sebenarnya telah diproduksi sejak 2024. Sementara varian Kaparak Coklat Cookies mulai dipasarkan pada awal 2026 sebagai bentuk inovasi agar pangan lokal semakin diterima oleh berbagai kalangan, terutama generasi muda dan wisatawan.

Usaha ini digagas oleh empat anak muda asal Sumba Timur yang merupakan lulusan perguruan tinggi dari berbagai kota di Indonesia. Mereka adalah Melani Mandja, alumni Universitas Sanata Dharma Yogyakarta; Adyanto P. Ndjukatana, alumni STIBA Satya Wacana Salatiga; Elriany Taralandu, alumni Universitas Brawijaya Malang; serta Deriatno Taralandu, alumni Institut Teknologi Nasional Malang.

Owner Melma, Melani Mandja, mengatakan usaha ini lahir dari kerinduan untuk menjaga keberlanjutan pangan lokal Sumba sekaligus menghadirkan produk oleh-oleh khas daerah.

“Kami ingin pangan lokal seperti kaparak tidak hilang, tetapi justru dikenal lebih luas. Harapannya, produk ini bisa menjadi oleh-oleh khas Sumba sekaligus membuka lapangan kerja dan membantu petani lokal,” kata Melani.

Menurut dia, usaha ini juga memiliki dampak ekonomi langsung karena menyerap bahan baku dari petani setempat, seperti jagung, kacang, dan telur.

Meski demikian, pengembangan usaha tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait permodalan dan pemasaran. Kebutuhan alat produksi seperti mol jagung, oven, mixer, alat cetak kue, hingga kemasan ramah lingkungan masih menjadi kebutuhan utama untuk meningkatkan kapasitas produksi.

Umbu Rudi menilai, dengan dukungan kebijakan pemerintah seperti akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) serta peluang pemasaran melalui jaringan NTT Mart, pelaku UMKM seperti Melma memiliki peluang besar untuk berkembang.

“Inisiatif seperti ini harus terus didorong. Ketika anak muda kembali ke daerah dan membangun usaha berbasis potensi lokal, maka masa depan ekonomi daerah juga akan semakin kuat,” ujarnya. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *