Menteri UMKM Maman Abdurrahman Gandeng Mercy Corps dan DBS Foundation Berdayakan Pengusaha Perempuan

Berita Golkar – Kementerian Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mendorong pengusaha perempuan untuk memperkuat kapasitas usaha, meningkatkan pendapatan keluarga, serta kemandirian ekonomi bertahap. Untuk mewujudkannya perlu kolaborasi dengan banyak pihak.

Menteri UMKM, Maman Abdurrahman mengatakan, Kementerian UMKM mendorong pengusaha mikro perempuan serta kelompok rentan bisa mengembangkan usaha dan meningkatkan pendapatan secara mandiri, lewat program Langkah Akselerasi Kapasitas Usaha Mikro Inklusif (LAKSMI) 2026.

“Secara khusus, program tersebut memberikan perhatian kepada perempuan pengusaha mikro agar mampu memperkuat kapasitas usaha, meningkatkan pendapatan keluarga, serta secara bertahap mencapai kemandirian ekonomi,” imbuh Menteri Maman.

“Kita tidak ingin memelihara atau membuat saudara-saudara kita selalu berada pada posisi tangannya di bawah. Karena itu, mereka kita dorong untuk mulai berusaha, menghasilkan pendapatan secara mandiri, dan naik level melalui program-program pemberdayaan yang ada di Kementerian UMKM,” ujar Menteri Maman di Surabaya, dikutip Jumat (25/9/2026), dikutip dari Inilah.

Selanjutnya dirinya bersama Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf memberikan penghargaan kepada Yayasan Mercy Corps Indonesia dan DBS Foundation, selaku kolaborator Program LAKSMI.

Penghargaan diberikan dalam rangkaian kegiatan peluncuran program LAKSMI di Taman Budaya Jawa Timur, Surabaya, sebagai bentuk pengakuan atas kontribusi keduanya dalam mendukung pemberdayaan perempuan pelaku usaha mikro dan kecil.

“Program LAKSMI merupakan program pendampingan usaha end-to-end berbasis ekosistem yang bertujuan meningkatkan kapasitas pengusaha mikro menuju kemandirian sosial dan ekonomi yang berkelanjutan,” beber Menteri Maman.

Head of Group Marketing & Communications, PT Bank DBS Indonesia, Mona Monika pun memberikan apresiasi atas penghargaan yang diberikan kepada DBS Foundation dan Mercy Corps selaku kolaborator program LAKSMI.

“Penghargaan ini semakin meningkatkan komitmen kami di DBS Foundation untuk terus memberdayakan perempuan pelaku UMKM melalui literasi keuangan dan digital serta inklusi keuangan. Kami berharap kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah dan mitra NGO bisa membangun ekosistem yang lebih kuat lagi untuk kemajuan UMKM di Indonesia,” paparnya.

Di Kota Surabaya, kata dia, kegiatan program turut bersinergi dengan berbagai agenda pemberdayaan wirausaha, termasuk Inspirational Talks yang digelar dalam rangkaian Bursa Wirausaha Unggulan yang juga digelar oleh Kementerian UMKM RI. Melalui pendekatan yang melibatkan pemerintah daerah, lembaga keuangan, komunitas, dan akademisi.

Program LAKSMI berupaya memperkuat ketahanan keuangan perempuan pelaku UMKM sekaligus memperluas peluang usaha mereka.

“Apresiasi ini menjadi motivasi sekaligus tanggung jawab bagi kami untuk terus memperkuat kolaborasi. Kami percaya pemberdayaan perempuan pelaku usaha mikro hanya akan berdampak luas jika dilakukan bersama-sama pemerintah, sektor swasta, akademisi, dan komunitas,” ujar perwakilan Mercy Corps Indonesia.

Program Financial Inclusion for Women Entrepreneurs, tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga membangun ekosistem belajar yang memungkinkan peserta saling berbagi pengalaman, memperluas jejaring, dan mendapatkan akses pasar. Pembelajaran dari seluruh rangkaian kegiatan di tiga kota akan dirangkum dalam dokumen rekomendasi yang disampaikan kepada Kementerian UMKM sebagai masukan kebijakan.

Dengan diterimanya apresiasi ini, Mercy Corps Indonesia dan DBS Foundation menegaskan komitmennya untuk terus mendukung perempuan pelaku UMKM agar semakin tangguh secara finansial dan siap mengembangkan usahanya secara berkelanjutan. []