Panggah Susanto dan Dadang M. Naser Salurkan 350 Ribu Benih Ikan, Dorong Ketahanan Pangan Warga Jabar

Berita GolkarKetahanan pangan tidak cukup dibangun dari kebijakan besar di tingkat pusat. Bagi masyarakat, ketahanan pangan juga ditentukan oleh seberapa jauh program pemerintah dan wakil rakyat menyentuh kebutuhan ekonomi mereka secara langsung.

Hal itu menjadi salah satu alasan dua politisi Partai Golkar yang duduk di Komisi IV DPR RI, Dadang M. Naser dan Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Panggah Susanto, menyalurkan 350 ribu benih ikan kepada masyarakat di daerah pemilihan (Dapil) II Jawa Barat.

Penyaluran bantuan dilakukan menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Salah satu lokasi penyaluran berada di Desa Jayamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) pafa Kamis, 13 Agustus 2026.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Panggah Susanto menyebutkan, sebanyak 350 ribu benih ikan yang disalurkan terdiri dari 250 ribu ekor benih ikan nila dan 100 ribu ekor benih ikan mas.

Adapun bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya menyerap aspirasi masyarakat melalui program yang diperjuangkan Fraksi Partai Golkar di DPR RI.

“Saya selaku pimpinan Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Golkar melakukan serap aspirasi program melalui Fraksi Partai Golkar untuk masyarakat, khususnya partai Golkar dan umumnya semua masyarakat di seluruh daerah di Indonesia,” kata Panggah, dikutip dari RMOLJabar.

Menurut Panggah, program tersebut tidak semata-mata dipandang sebagai penyaluran bantuan, tetapi harus memiliki dampak ekonomi bagi masyarakat. Sektor perikanan dipilih karena memiliki potensi untuk dikembangkan sekaligus menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat.

Keberadaan partai politik di tengah masyarakat seharusnya tidak berhenti pada momentum politik. Kehadiran tersebut harus dibuktikan melalui program yang menyentuh kebutuhan konkret masyarakat.

“Kami ingin membuat Partai Golkar hadir di tengah-tengah masyarakat dan membuktikan bahwa Partai Golkar berkomitmen dengan masyarakat melalui program-program yang langsung tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat di daerah,” tegasnya.

Momentum menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI pun dimanfaatkan untuk mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui sektor perikanan.

Di tengah tantangan menjaga ketersediaan pangan dan meningkatkan pendapatan masyarakat, budidaya ikan dinilai memiliki ruang yang cukup besar untuk dikembangkan, terutama apabila dukungan benih diikuti dengan pengelolaan budidaya yang baik serta akses pasar yang memadai.

Karena itu, ia menyampaikan, 350 ribu benih ikan tersebut diharapkan bukan sekadar menjadi angka dalam laporan penyaluran bantuan. Program itu ditujukan untuk meningkatkan produktivitas pembudidaya, memperkuat ketahanan pangan, sekaligus membuka peluang tambahan pendapatan bagi keluarga penerima manfaat.

“Bagi masyarakat pembudidaya, bantuan benih memang dapat menjadi modal awal. Namun, keberlanjutan program akan sangat bergantung pada kemampuan memastikan ikan dapat dibudidayakan hingga menghasilkan nilai ekonomi,” terangnya.

Ditekankan Panggah, keberhasilan program tidak cukup diukur dari banyaknya benih yang diserahkan. Ukuran yang lebih penting, apakah bantuan tersebut mampu meningkatkan produksi, pendapatan, dan kemandirian ekonomi masyarakat.

Maka dari itu, diringa berharap program tersebut dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat sektor perikanan di Jawa Barat sekaligus memperluas manfaat program aspirasi agar benar-benar dirasakan masyarakat.

“Kami meyakini kemerdekaan bukan hanya soal seremoni, tetapi juga bagaimana masyarakat memiliki kesempatan untuk tumbuh secara ekonomi dan memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri,” ujarnya. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *