Raih 23 Suara, Ahmad Hidayat Resmi Pimpin KAHMI Jawa Barat Periode 2026-2031

Berita Golkar – Musyawarah Wilayah (Muswil) VII Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW KAHMI) Jawa Barat yang berlangsung di Bandung, resmi berakhir.

Politisi muda sekaligus Sekretaris DPD Partai Golkar Jawa Barat yang juga menjabat Anggota DPRD Jawa Barat, Ahmad Hidayat, terpilih sebagai Koordintor Presidium MW KAHMI Jawa Barat.

Dalam pemilihan, dia berhasil mendominasi, dengan meraih perolehan suara terbanyak dengan 23 suara.

Dalam Muswil tersebut, sebanyak 16 calon presidium ikut berpartisipasi untuk memperebutkan 7 ranking terbesar, dengan proses pemungutan suara. Presidium dengan suara tertinggi ditetapkan menjadi koordinator presidium tetap selama 5 tahun untuk periode 2026-2031.

Dalam proses pemilihan, Hal menarik ditemukan saat peringkat ke-7 di perebutkan. Dengan pertimbangan komposisi MW KAHMI sebagi insan akademis, maka diharapkan oleh banyak pihak terdapat figur akademisi.

Atas dasar itu, Budi Kurnia yang sebelumnya memperoleh jumlah suara sama dengan Prof Ahmad Sarbini, menyerahkan estafet kepemimpinan presidium kepada Prof. Ahmad Sarbini untuk melengkapi 7 Presidium terpilih.

Ke-7 Presidium Terpilih MW KAHMI Jabar periode 2026-2031, ialah Ahmad Hidayat, S.I.Kom. (Koordinator Presidium / Sekretaris DPD Golkar Jabar & Anggota DPRD Jabar); Suprih Rozikin, SH., MH; H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb; ?Saepul Bahri Bin Zein (Om Zein) Bupati Purwakarta sekaligus Politisi Partai Gerindra; Dodi Ferdiana Kusnandar, S.Pd.I; Husni Farhani M., S.H., M.Si., C.Me dan Prof. Dr. H. Ahmad Sarbini, M.Ag. (Direktur Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung)

Agenda Strategis

Dengan ditetapkannya 7 Presidium MW KAHMI Jawa Barat periode 2026–2031, jajaran pimpinan baru ini bersiap menyusun agenda strategis organisasi guna merealisasikan visi “Transformasi Keumatan Menuju Jawa Barat Istimewa”.

Pada kesempatan itu, Koordinator Presidium MW KAHMI Jawa Barat Periode 2026 – 2031, Ahmad Hidayat mengajak kepada seluruh keluarga besar KAHMI Jabar untuk tetap solid, bersama sama berjuang memberikan kontribusi nyata bersama pemerintah dalam mewujudkan Jabar Istimewa.

“Ke depan yang akan saya lakukan adalah mengembalikan qitoh dan marwah dari Majelis Wilayah KAHMI Jawa Barat. Qitoh Majelis Wilayah KAHMI sebagai mata air pengkaderan memastikan bahwa kaderisasi HMI di berbagai daerah ini bisa berjalan,” jelasnya, Sabtu (8/8/2026), dikutip dari MediaIndonesia.

Menurut dia, MW KAHMI ini sebagai insan akademis, pencipta, pengabdi, sebagai mitra strategis Pemerintah Provinsi Jawa Barat bisa memberikan gagasan-gagasan positif. Selain itu juga memberikan masukan-masukan positif bagi pemerintah baik pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan kabupaten atau kota agar terciptanya masyarakat yang adil dan makmur dan yang diridhoi oleh Allah subhanahu wa taala.

“Marwah KAHMI ini bisa menjadi organisasi yang ke bawah akaran ka luhur sihungan,” imbuhnya.

Ahmad pun menyiapkan 5 misi besar yang akan dilakukan MW KAHMI Jabar. Mulai dari Penguatan Kapasitas Anggota, Konsolidasi dan Sinergi Jaringan, Kontribusi Sosial dan Kebangsaaan, Penguatan Nilai dan Identitas, serta Inovasi dan Adaptasi Zaman, sebagai bukti keseriusan MW KAHMI Jabar membersamai pemerintah. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *