Pileg  

Ratu Dian Hatifah: Pernikahan Dini Berpotensi Besar Hasilkan Anak Stunting

Berita GolkarCaleg DPR RI dari Partai Golkar di Dapil V Jawa Barat, Ratu Dian Hatifah menyoroti maraknya kasus pernikahan dini yang terjadi di Dapilnya, Kabupaten Bogor. Ia merasa hal ini penting untuk diangkat ke permukaan agar masyarakat lebih aware tentang bagaimana persiapan menghadapi pernikahan dan membentuk keluarga.

“Saya baca beberapa media dan media sosial mengenai tingginya angka pernikahan dan kawin dini di Kabupaten Bogor. Di mana dispensasi kawin kepada anak-anak usia muda ini cukup tinggi. Bagi saya ini adalah sesuatu yang harus diangkat ke permukaan,” ujar Ratu Dian Hatifah saat menjadi narasumber konten Youtube Golkarpedia bertajuk ‘Batagor – Bincang Tanya Seputar Golkar’.

“Berdasarkan apa yang saya cermati, kasus stunting ini memang berasal dari pasangan suami istri yang secara psikologis dan fisik belum siap membentuk sebuah keluarga yang ideal,” sambung Ratu Dian Hatifah.

Tenaga ahli Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo ini mengaku menemukan banyak fakta terkait kasus pernikahan dini di Kabupaten Bogor. Bagi Ratu Dian Hatifah, pernikahan dini berpotensi besar menghasilkan anak-anak stunting. Sebab orang tua yang belum siap akan mempengaruhi pola didik anak, apalagi kalau secara fisiologis dan psikologis kedua orang tuanya belum siap.

“Ada anak 18 tahun dinikahkan, tentu kalau kita bicara reproduksi, usia 18 tahun ini belum matang. Secara psikologis juga akan dikhawatirkan mereka tidak siap dengan kehidupan rumah tangga. Belum lagi nanti akan menghasilkan anak-anak yang gizinya kurang diperhatikan. Ini jadi concern saya yakni dengan program zero stunting,” dikatakan aktivis perempuan yang aktif di Nahdlatul Ulama ini.

Sebagai solusi, Ratu Dian Hatifah memaparkan penting bagi generasi muda diberikan pembekalan pra nikah termasuk kesiapan fisiologis dan psikologis mereka. Selain itu, untuk mengatasi kasus stunting di Kabupaten Bogor, Ratu Dian Hatifah mendukung program makan siang gratis pasangan Capres dan Cawapres, Prabowo-Gibran.

“Pembekalan pra nikah perlu dilakukan secara masif. Kemudian ekonomi di taraf keluarga juga perlu ditingkatkan, kita harus membuka seluas-luasnya potensi ekonomi bagi masyarakat Kabupaten Bogor. Selain itu, saya kira program makan siang gratis yang dimiliki Prabowo-Gibran juga akan sangat efektif untuk mengentaskan stunting sekaligus meningkatkan taraf hidup masyarakat Kabupaten Bogor nantinya,” pungkas Ratu Dian Hatifah. {redaksi}