Soedeson Tandra Kecam Dugaan Korupsi Dana Bencana BNPB, Minta KPK Bongkar hingga Tuntas

Berita Golkar – Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Soedeson Tandra, mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut tuntas dugaan korupsi dana kebencanaan di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Ia meminta seluruh pihak yang terlibat diproses hukum dan dijatuhi hukuman berat sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Desakan tersebut disampaikan Soedeson menyusul langkah KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap pejabat BNPB pada Selasa malam, 13 Oktober 2026. Berdasarkan dugaan sementara, perkara tersebut berkaitan dengan dana kebencanaan.

“Ini keterlaluan. Kami meminta kepada KPK untuk memproses, menyeret semua orang yang terlibat di dalamnya, ya, dan menghukum seberat-beratnya para pelaku itu,” kata Soedeson kepada wartawan di Jakarta, Rabu (14/10/2026), dikutip dari kedaipena.

Soedeson mengaku prihatin dan menyayangkan dugaan korupsi yang terjadi di lingkungan BNPB. Ia mengecam keras tindakan tersebut karena dana yang dikelola lembaga itu diperuntukkan bagi penanggulangan bencana.

“Kita kutuk keras tindakan tercela dari oknum-oknum itu. Karena begini, BNPB itu kan Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Artinya, dana-dana yang ada di situ dikhususkan untuk penanggulangan bencana,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa Indonesia saat ini tengah menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang membutuhkan dukungan anggaran untuk penanganannya.

Karena itu, ia menyayangkan apabila dana yang seharusnya digunakan untuk kepentingan masyarakat terdampak bencana justru diduga disalahgunakan.

Menurut Soedeson, anggaran BNPB disiapkan untuk menghadapi berbagai kemungkinan bencana yang tidak selalu dapat diprediksi jenis maupun waktu terjadinya.

Oleh sebab itu, penggunaan dana tersebut harus sesuai dengan peruntukannya dan tidak boleh dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi atau kelompok.

“Jadi, anggaran BNPB itu untuk penanggulangan bencana. Namanya bencana, kita belum tentu bisa memprediksi bencana apa yang akan terjadi. Anggaran itu tersedia dan dikhususkan untuk penanggulangan bencana, bukan untuk dimakan ramai-ramai. Itu kan aneh,” tegasnya.

Meski mengecam dugaan penyalahgunaan dana tersebut, Soedeson tetap mengapresiasi langkah KPK yang telah mengungkap perkara di lingkungan BNPB. Ia berharap operasi tangkap tangan tersebut menjadi pintu masuk bagi lembaga antirasuah untuk membongkar dugaan korupsi hingga ke akar-akarnya.

Soedeson juga meminta KPK mendalami perkara tersebut secara menyeluruh serta mengungkap fakta-fakta yang ada secara transparan kepada publik.

“Maka itu, kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya untuk kinerja KPK yang berhasil mengungkap masalah ini. KPK harus masuk lebih dalam lagi untuk membongkar seterang-terangnya, mengungkapnya sejelas-jelasnya kepada masyarakat,” pungkasnya. []