Telur Murah, Peternak Menderita! Sarmuji Dorong Intervensi Cepat Pemerintah

Berita Golkar – Ketua Fraksi Partai Golkar DPR M Sarmuji menyoroti kondisi yang tengah dihadapi peternak ayam petelur rakyat, seiring turunnya harga telur di tingkat peternak di tengah tingginya harga pakan.

Ia mengungkapkan, di sentra produksi telur seperti Blitar, Jawa Timur, harga telur pada 7 April 2026 tercatat mengalami penurunan signifikan, berada di kisaran Rp 21.000 hingga Rp 22.000 per kilogram. Kondisi tersebut dinilai menekan pelaku usaha peternakan rakyat.

“Saat ini terjadi ketidakseimbangan yang serius. Harga pakan tetap tinggi, tetapi harga telur di tingkat peternak justru turun di kisaran Rp 21.000 hingga Rp 22.000 per kilogram. Kondisi ini jelas merugikan peternak dan tidak bisa dibiarkan berlarut-larut,” ujar Sarmuji dalam keterangan tertulis, Selasa (7/4/2026), dikutip dari Kompas.

Menurut dia, situasi tersebut membutuhkan langkah cepat dari pemerintah sebagai solusi jangka pendek guna menjaga keberlangsungan usaha peternak rakyat. Ia menilai, tanpa adanya intervensi, tekanan yang dihadapi peternak berpotensi melemahkan sektor peternakan nasional yang selama ini menjadi salah satu penopang ketahanan pangan.

Sebagai langkah konkret, Sarmuji mendorong pemerintah untuk meningkatkan frekuensi penggunaan telur dalam menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam satu hingga dua bulan ke depan. Langkah ini diharapkan dapat mendorong permintaan telur di pasar dan membantu memperbaiki harga di tingkat peternak.

“Program MBG bisa menjadi instrumen efektif untuk menyerap produksi telur peternak. Dengan peningkatan frekuensi menu telur, kita bisa membantu menyeimbangkan harga sekaligus memastikan program gizi berjalan optimal,” katanya.

Ia juga menyampaikan, pihaknya menerima banyak keluhan dari peternak, khususnya di daerah sentra produksi seperti Blitar dan wilayah lainnya. Banyaknya jumlah peternak ayam petelur membuat persoalan ini berdampak luas terhadap perekonomian masyarakat.

“Keluhan dari peternak terus berdatangan. Ini menunjukkan masalahnya nyata dan dirasakan langsung oleh pelaku usaha di lapangan. Pemerintah perlu segera hadir dengan kebijakan yang responsif dan tepat sasaran,” ujar Sarmuji.

Fraksi Partai Golkar DPR, lanjut Sarmuji, akan terus mendorong pemerintah untuk mengambil langkah konkret dalam menjaga keseimbangan harga serta melindungi keberlangsungan usaha peternak ayam petelur rakyat. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *