294 Ribu Lowongan Kerja Luar Negeri Terbuka, Menteri P2MI Mukhtarudin Tekankan Kompetensi PMI

Berita GolkarKementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) menegaskan bahwa tantangan terbesar yang dihadapi saat ini adalah memastikan Pekerja Migran Indonesia (PMI) memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dan standar negara tujuan kerja.

“Tantangannya sekarang bukan hanya membuka pasar kerja baru, tetapi juga memastikan tenaga kerja Indonesia memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dan standar negara tujuan,” kata Menteri P2MI Mukhtarudin setelah sidang tahunan MPR/DPR 2026 di Jakarta, Jumat, dikutip dari AntaraNews.

Menurut Mukhtarudin, kebutuhan tenaga kerja saat ini terdapat pada manufaktur, konstruksi, pertanian, perhotelan, dan pariwisata, perawatan dan kesehatan, transportasi, serta sektor maritim dan galangan kapal.

“Ke depan, kita juga akan terus mendorong peluang pada pekerjaan profesional dan terampil yang memiliki nilai tambah lebih tinggi,” kata Mukhtarudin.

Dia menyatakan, data lowongan kerja yang diverifikasi dalam SISKOP2MI menjadi dasar penting dalam menyiapkan sumber daya manusia Indonesia; pendidikan vokasi, pelatihan, sertifikasi, kemampuan bahasa, dan keterampilan nonteknis harus diarahkan sesuai kebutuhan pasar kerja luar negeri.

“Strategi kita bukan hanya membuka sebanyak-banyaknya lowongan di luar negeri, tetapi memastikan lowongan tersebut dapat diisi oleh tenaga kerja Indonesia yang kompeten, siap kerja, dan memiliki daya saing global,” ujar Mukhtarudin.

Berdasarkan data lowongan kerja dalam SISKOP2MI yang telah diverifikasi oleh KP2MI, saat ini terdapat 294.221 peluang kerja luar negeri. Dari jumlah tersebut, sebanyak 76.342 posisi telah memiliki pelamar atau sekitar 25 persen.

Selain itu, Mukhtarudin menyebutkan bahwa pemerintah Indonesia terus memperluas dan mengembangkan akses pasar kerja melalui kerja sama dengan berbagai negara.

Menurutnya, saat ini terdapat 28 kerja sama yang masih berlaku dan 19 kerja sama lainnya sedang dalam pembahasan.

Dia juga mengatakan bahwa perluasan akses itu diarahkan ke Jepang, Korea Selatan, Jerman, Australia, Malaysia, Singapura, Turkiye, serta negara-negara Eropa dan kawasan lainnya yang memiliki kebutuhan tenaga kerja dan peluang penempatan sesuai dengan kompetensi Pekerja Migran Indonesia. []