Berita Golkar – Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Brebes, Pamor Wicaksono, memberikan apresiasi atas penyelenggaraan Penghargaan Achmad Bakrie (PAB) XXII Tahun 2026 yang digelar di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Rabu (26/08/2026).
Pamor hadir langsung dalam malam penganugerahan tersebut. Menurutnya, penyelenggaraan PAB yang telah berlangsung selama lebih dari dua dekade merupakan bentuk konsistensi Keluarga Bakrie dalam memberikan penghargaan kepada putra-putri terbaik bangsa yang menghasilkan karya dan kontribusi penting di berbagai bidang.
Ia menilai PAB memiliki arti penting karena penghargaan tersebut tidak hanya memberikan apresiasi kepada individu, tetapi juga menghidupkan tradisi untuk menghormati ilmu pengetahuan, pemikiran, kesehatan, seni, dan kebudayaan sebagai bagian dari kekuatan bangsa.
“Saya melihat langsung bagaimana Penghargaan Achmad Bakrie memberikan ruang penghormatan kepada mereka yang selama ini bekerja dan berkarya untuk Indonesia. Ini tradisi yang sangat baik, karena sebuah bangsa harus punya cara untuk menghargai orang-orang yang memberikan waktu, pikiran, ilmu, dan kehidupannya bagi kemajuan bangsa.” ujar Pamor.
PAB XXII 2026 mengusung tema “Aksi Nyata Untuk Indonesia”. Tahun ini, penghargaan diberikan kepada empat tokoh dari bidang yang berbeda, yakni Prof. Josaphat Tetuko Sri Sumantyo, B.Eng., M.Eng., Ph.D. untuk bidang Sains dan Teknologi; Prof. drg. Ika Dewi Ana, M.Kes., Ph.D. untuk bidang Kesehatan; Prof. Dr. K.H. Haedar Nashir, M.Si. untuk bidang Pemikiran Sosial; serta Butet Kartaredjasa untuk bidang Seni dan Budaya.
Pamor menilai keberagaman bidang para penerima penghargaan menjadi gambaran bahwa kontribusi terhadap Indonesia dapat hadir melalui banyak jalan. Ilmu pengetahuan, pelayanan kesehatan, pemikiran sosial, hingga seni dan kebudayaan memiliki peran yang sama penting dalam membentuk peradaban bangsa.
Ia juga mengapresiasi Keluarga Bakrie dan Freedom Institute yang terus mempertahankan keberadaan PAB sebagai salah satu ruang penghargaan terhadap karya anak bangsa. Menurutnya, konsistensi tersebut merupakan modal penting untuk membangun ekosistem yang mendorong masyarakat agar terus berkarya.
“Di tengah zaman yang serba cepat, kita membutuhkan lebih banyak ruang yang mengajarkan bahwa karya dan pengabdian mempunyai nilai yang jauh melampaui popularitas sesaat. Penghargaan Achmad Bakrie menjaga pesan itu tetap hidup dan meneruskannya kepada generasi berikutnya.” tegas Pamor.
Dalam kesempatan tersebut, Pamor juga menyampaikan doa dan harapan bagi keluarga besar Bakrie, khususnya generasi penerus Achmad Bakrie. Ia berharap para penerus perjuangan dan kepemimpinan keluarga Bakrie senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, dan kesentosaan sehingga mampu melanjutkan estafet kepemimpinan serta menjaga nilai-nilai yang telah diwariskan Achmad Bakrie.
Menurut Pamor, keberlanjutan sebuah legacy tidak hanya ditentukan oleh seberapa besar warisan yang ditinggalkan, tetapi juga oleh kemampuan generasi penerus untuk merawat nilai, memperluas manfaat, dan menyesuaikannya dengan tantangan zaman.
“Saya mendoakan agar seluruh generasi penerus Achmad Bakrie senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, dan kesentosaan. Semoga estafet kepemimpinan yang diwariskan beliau dapat terus dilanjutkan dengan penuh tanggung jawab, sehingga nilai-nilai perjuangan dan pengabdian kepada Indonesia semakin luas manfaatnya.” kata Pamor.
Pamor berharap Penghargaan Achmad Bakrie dapat terus dipertahankan dan dikembangkan pada tahun-tahun mendatang. Baginya, keberadaan penghargaan semacam ini penting untuk memastikan bahwa masyarakat memiliki referensi mengenai sosok-sosok yang membuktikan kecintaan terhadap Indonesia melalui karya nyata.
Ia juga berharap para penerima PAB XXII 2026 dapat terus menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda. Penghargaan, menurutnya, harus menjadi energi baru agar karya dan pengabdian tidak berhenti pada pencapaian personal, tetapi terus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Penghargaan Achmad Bakrie merupakan bentuk apresiasi Keluarga Bakrie melalui Bakrie Untuk Negeri yang bekerja sama dengan Freedom Institute dan VIVA Group kepada anak bangsa yang memiliki capaian serta melahirkan karya penting. PAB telah diselenggarakan sejak 2003 dengan proses penjurian yang dilakukan secara independen.



