KPPG, Slipi  

Politisi Perempuan Partai Golkar Terpopuler Berdasar Kuantitas Pemberitaan Periode Agustus 2026

Berita GolkarKiprah politisi perempuan Partai Golkar semakin mendapat perhatian dalam pemberitaan media sepanjang Agustus 2026. Berdasarkan riset yang menggunakan indikator kuantitas pemberitaan, empat nama mencatat eksposur paling tinggi, dengan Menteri Komunikasi dan Digital RI Meutya Hafid menempati posisi teratas.

Riset tersebut tidak mengukur popularitas berdasarkan survei elektabilitas maupun tingkat keterkenalan publik, melainkan berdasarkan jumlah pemberitaan yang mengangkat nama dan aktivitas masing-masing tokoh sepanjang Agustus 2026, serta jangkauan atau reach yang dihasilkan dari pemberitaan tersebut.

Hasilnya, Meutya Hafid berada di posisi pertama dengan 1.946 pemberitaan dan total jangkauan mencapai 3,86 juta. Posisi kedua ditempati Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati dengan 978 pemberitaan dan 2,3 juta reach.

Selanjutnya, Hetifah Sjaifudian berada di posisi ketiga dengan 412 pemberitaan dan jangkauan 1,2 juta. Sementara Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti menempati posisi keempat dengan 392 pemberitaan dan 427 ribu reach.

Meutya Hafid menjadi nama yang paling banyak diberitakan di antara politisi perempuan Partai Golkar sepanjang Agustus 2026. Dengan 1.946 pemberitaan dan jangkauan 3,86 juta, eksposur Meutya tetap berada di atas tiga nama lainnya.

Posisi tersebut tidak terlepas dari intensitas aktivitasnya sebagai Menteri Komunikasi dan Digital, terutama dalam isu perlindungan anak di ruang digital, kebijakan komunikasi, hingga aktivitas politik di internal Partai Golkar.

Salah satu isu yang menonjol adalah implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggara Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak atau PP TUNAS. Meutya menyampaikan bahwa sekitar lima juta akun anak telah diturunkan aksesnya atau dibatasi oleh berbagai platform digital sebagai bagian dari upaya memperkuat perlindungan anak di ruang siber.

Pemberitaan mengenai Meutya juga menguat melalui isu kebebasan pers. Ia membantah adanya larangan pemerintah terhadap media massa untuk meliput demonstrasi dan menegaskan bahwa aktivitas jurnalistik tetap dapat dilakukan selama mengikuti Undang-Undang Pers dan standar jurnalistik.

Di ranah politik, Meutya turut mendapat sorotan setelah Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia meminta dirinya menyiapkan Media dan Opinion Gathering atau “pasukan udara” Golkar hingga tingkat daerah. Rangkaian isu tersebut membuat pemberitaan Meutya sepanjang Agustus mencakup perlindungan anak, keamanan ruang digital, kebebasan pers, hingga penguatan organisasi partai.

Di posisi kedua terdapat Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati dengan 978 pemberitaan dan jangkauan mencapai 2,3 juta. Pemberitaan mengenai Sari sepanjang Agustus 2026 hadir melalui sejumlah isu nasional, mulai dari penanganan bencana, pengembangan industri nasional, investasi, hingga pemberdayaan masyarakat.

Salah satu sorotan datang dari kunjungan Sari ke lokasi gempa di Nusa Tenggara Timur. Sari memastikan DPR RI ikut mengawal penanganan masyarakat terdampak, termasuk dukungan logistik, layanan kesehatan, bantuan sosial, serta proses pemulihan pascabencana.

Dari sisi ekonomi, Sari turut mendapat perhatian setelah mengapresiasi peluncuran motor listrik nasional. Ia menilai pengembangan kendaraan listrik nasional menjadi bagian dari upaya memperkuat kemandirian industri, penguasaan teknologi, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan nilai tambah di dalam negeri.

Sari juga menyoroti pembatalan investasi di Pati. Ia meminta framing terhadap persoalan tersebut tidak dilakukan secara negatif dan menekankan agar kritik maupun pemberitaan mengenai investasi tetap didasarkan pada data dan fakta, dengan memperhatikan kepentingan masyarakat serta lingkungan.

Selain itu, Sari turut mendapat sorotan melalui perhatian terhadap pemulihan Dusun Sade. Ia menyerahkan bantuan bagi masyarakat terdampak dan mendorong revitalisasi kampung adat tersebut agar aktivitas masyarakat dan potensi pariwisatanya dapat kembali bangkit.

Posisi ketiga ditempati Hetifah Sjaifudian dengan 412 pemberitaan dan jangkauan mencapai 1,2 juta. Berbeda dari periode sebelumnya, Hetifah pada Agustus 2026 mendapat sorotan setelah berpindah dari Komisi X ke Komisi VIII DPR RI.

Perubahan tersebut membuat ruang lingkup pemberitaan Hetifah turut bergeser. Jika sebelumnya banyak berkaitan dengan pendidikan, pada Agustus isu yang menonjol mencakup kebencanaan, perlindungan masyarakat, serta penyelenggaraan ibadah haji.

Salah satu isu yang mencuat adalah karhutla di sejumlah wilayah Kalimantan. Hetifah meminta pemerintah memperkuat mitigasi dan penanganan kebakaran hutan dan lahan serta menempatkan keselamatan masyarakat sebagai prioritas. Ia menilai asap karhutla telah mengganggu kesehatan, jarak pandang, mobilitas, dan aktivitas masyarakat.

Perpindahan Hetifah ke Komisi VIII juga menjadi perhatian karena membuat dirinya kini terlibat dalam bidang kesejahteraan sosial dan kebencanaan. Perubahan tersebut turut mendapat respons dari masyarakat Kalimantan Timur yang selama ini mengenal Hetifah sebagai representasi daerah di parlemen.

Selain isu kebencanaan, Hetifah mendapat sorotan melalui pembahasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji atau BPIH 2027. Ia meminta usulan BPIH sebesar Rp107,34 juta per jemaah dikaji secara menyeluruh dan memiliki dasar yang rasional serta memberikan manfaat bagi jemaah.

Sementara itu, Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti berada di posisi keempat dengan 392 pemberitaan dan jangkauan mencapai 427 ribu. Pemberitaan mengenai Dyah Roro sepanjang Agustus lebih banyak berkaitan dengan perdagangan internasional, ekspor, perluasan akses pasar, serta pengembangan potensi produk Indonesia.

Salah satu isu yang menonjol adalah dorongannya terhadap ekspor buah tropis Indonesia. Roro menyebut sejumlah buah tropis Indonesia memiliki permintaan tinggi di pasar internasional. Pemerintah juga menargetkan nilai ekspor Indonesia pada 2026 mencapai US$315 miliar.

Dyah Roro juga menjadi sorotan dalam upaya memperluas akses pasar Indonesia dan Chile melalui Indonesia-Chile Comprehensive Economic Partnership Agreement atau IC-CEPA. Pada 2025, tingkat utilisasi IC-CEPA mencapai 75,7 persen dari total ekspor Indonesia ke Chile, sementara nilai pemanfaatan Surat Keterangan Asal mencapai US$334,14 juta.

Selain itu, Roro mendorong kawasan Timur Tengah menjadi salah satu pasar potensial bagi produk makanan dan minuman halal Indonesia. Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi diversifikasi pasar ekspor dan memperluas penetrasi produk Indonesia ke pasar internasional.

Empat nama tersebut memperlihatkan beragam ruang kontribusi politisi perempuan Partai Golkar di pemerintahan maupun parlemen.

Meutya Hafid menonjol melalui isu perlindungan anak dan keamanan digital. Sari Yuliati hadir melalui isu kebencanaan, ekonomi, investasi, dan perlindungan masyarakat. Hetifah Sjaifudian memperkuat eksposur melalui isu kebencanaan dan penyelenggaraan ibadah haji. Sementara Dyah Roro Esti memperkuat pemberitaan melalui diplomasi perdagangan, ekspor, serta perluasan akses pasar internasional.

Dengan demikian, posisi dalam daftar ini tidak hanya menunjukkan seberapa sering seorang tokoh diberitakan, tetapi juga menggambarkan luasnya spektrum isu yang diemban politisi perempuan Partai Golkar dalam menjalankan peran publiknya.

Politisi Perempuan Partai Golkar Terpopuler Berdasar Kuantitas Pemberitaan Periode Agustus 2026

Meutya Hafid
Menteri Komunikasi dan Digital RI
Total: 1.946 pemberitaan
Reach: 3,86 juta jangkauan

Sari Yuliati
Wakil Ketua DPR RI
Total: 978 pemberitaan
Reach: 2,3 juta jangkauan

Hetifah Sjaifudian
Anggota Komisi VIII DPR RI
Total: 412 pemberitaan
Reach: 1,2 juta jangkauan

Dyah Roro Esti
Wakil Menteri Perdagangan RI
Total: 392 pemberitaan
Reach: 427 ribu jangkauan