Gubernur Lemhannas Ace Hasan Nilai EBT Jateng Bisa Jadi Penggerak Ekonomi dan Ketahanan Nasional

Berita GolkarLembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI menilai pengembangan energi baru terbarukan (EBT) di Jawa Tengah menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Lemhannas RI, Ace Hasan Syadzily saat mendampingi peserta Studi Strategis Dalam Negeri (SSDN) Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) LXX Tahun Anggaran 2026 di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Selasa (8/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai 10 Gedung Merah Putih Kantor Gubernur Jawa Tengah tersebut mengangkat tema “Kebijakan dan Implementasi Energi Terbarukan di Provinsi Jawa Tengah.”

Ace mengatakan, Jawa Tengah dipilih sebagai lokasi studi karena provinsi tersebut dinilai telah melakukan berbagai upaya untuk mengembangkan sumber energi terbarukan.
Di antaranya energi panas bumi atau geothermal, energi matahari, hingga pemanfaatan sampah sebagai sumber energi.

“Kita tahu bahwa Jawa Tengah telah menyelenggarakan berbagai upaya menjaga ketahanan energi nasional dengan membangun beberapa energi baru terbarukan, seperti energi panas bumi, energi matahari, dan energi lainnya termasuk sampah,” kata Ace, dikutip dari IndoRaya.News.

Menurutnya, ketahanan energi merupakan salah satu bagian penting dalam ketahanan nasional. Terlebih, situasi geopolitik global saat ini masih berpengaruh terhadap harga dan ketersediaan energi.

Fluktuasi harga minyak dunia, kata Ace, menunjukkan pentingnya Indonesia memperkuat kemandirian energi dan tidak terlalu bergantung pada sumber energi konvensional.

“Ketahanan energi merupakan bagian terpenting dari ketahanan nasional kita. Apalagi di tengah situasi geopolitik global, kita masih menyaksikan fluktuasi harga minyak yang memengaruhi ketersediaan energi nasional,” ujarnya.

Ace juga menilai pengembangan energi terbarukan harus memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Salah satunya melalui penciptaan lapangan kerja. Ia menyebut pengembangan EBT di Jawa Tengah berpotensi menyerap lebih dari 200 ribu tenaga kerja.

“Ini bisa mengurangi kemiskinan, menciptakan lapangan kerja, dan menyejahterakan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan pemerintah provinsi terus mendorong penggunaan energi terbarukan di berbagai sektor. Sejumlah proyek telah dilakukan, seperti pemasangan solar panel di Waduk Cacaban, Kabupaten Tegal serta pengembangan geothermal di wilayah Banjarnegara dan Wonosobo.

Selain itu, Pemprov Jateng juga mengembangkan energi berbasis sampah di sejumlah kawasan, termasuk Semarang Raya dan Pekalongan Raya.

Untuk daerah dengan kapasitas sampah di bawah 1.000 ton, pemerintah menggunakan skema refuse-derived fuel (RDF). Pemprov Jateng juga telah menjalin kerja sama dengan empat pabrik semen untuk pemanfaatan RDF.

Luthfi menambahkan, energi terbarukan mulai diarahkan menjadi bagian dari berbagai aktivitas pemerintahan dan industri.

“Ke depan energi terbarukan merupakan orientasi dari berbagai kegiatan, baik itu di OPD maupun gedung kita,” ujar Luthfi.

Menurutnya, saat ini sekitar 417 perusahaan di Jawa Tengah telah menggunakan energi terbarukan. Pemprov Jateng juga memberikan insentif pajak bagi perusahaan yang menggunakan energi terbarukan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi Jawa Tengah dalam mengurangi ketergantungan terhadap energi konvensional sekaligus memperkuat ketahanan energi daerah dan nasional. []