Berita Golkar – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid meminta masyarakat tidak menyebarkan informasi spekulatif terkait hilang kontaknya rombongan jurnalis di perairan Selat Sunda. Diketahui, speedboat Arupadhatu 1 hilang kontak pada Senin, 7 September 2026, setelah berlayar dari perairan Banten.
Kapal tersebut membawa lima jurnalis dan tiga kru untuk meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK). Menkomdigi mengingatkan masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya.
Menurutnya, informasi spekulatif dapat menimbulkan keresahan. Terutama bagi keluarga jurnalis dan kru yang masih dalam pencarian.
“Kemudian, tidak membuat atau menyebarkan spekulasi, konten yang menyesatkan, hoaks, maupun informasi yang dapat menimbulkan kepanikan. Hal ini juga sekaligus membuat keresahan di tengah masyarakat,” kata Meutya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (12/9/2026), dikutip dari RRI.
Untuk itu, ia mengimbau masyarakat menyaring informasi terkait hilang kontaknya rombongan tersebut. Pemerintah melalui sejumlah pihak terkait terus menyampaikan perkembangan pencarian dan pertolongan.
“Kami mendorong masyarakat untuk memperoleh dan menyebarluaskan informasi yang berasal dari sumber resmi dan terverifikasi. Di antaranya, informasi dari Basarnas, BNPB, BMKG, pemerintah daerah, serta otoritas terkait lain,” ujarnya.
Meutya juga meminta masyarakat memberikan ruang dan dukungan kepada keluarga serta tim SAR selama proses pencarian berlangsung. Ia menegaskan keselamatan seluruh korban dan kelancaran operasi pencarian menjadi fokus utama.
“Kemkomdigi akan terus memantau perkembangan informasi di ruang digital. Kami juga berkoordinasi dengan kementerian/lembaga serta pihak terkait,” ucapnya. []



