Menperin Agus Gumiwang Buka Jalan Percepatan Industri Manufaktur di Sumedang

Berita GolkarMenteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengupayakan percepatan pengembangan industri manufaktur di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, dengan mendukung masuknya investasi dan memperkuat pembangunan sektor manufaktur di daerah tersebut.

Menperin menyampaikan pemerintah pusat siap mencari solusi atas berbagai kendala yang dihadapi Pemerintah daerah, khususnya yang berkaitan langsung dengan pengembangan manufaktur.

“Kami mendapatkan laporan dan laporan ini berupa kendala-kendala yang dihadapi oleh Sumedang yang memang merupakan tanggung jawab dari pemerintah pusat untuk mencari jalan keluarnya, apalagi kendala yang tadi disampaikan itu berhubungan langsung dengan pengembangan untuk pembangunan manufaktur yang ada di Sumedang,” kata Menperin usai peresmian Jalan Ratjih Natawidjaja di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Selasa.

Menurut dia, pemerintah daerah telah menyampaikan sejumlah kendala yang membutuhkan dukungan pemerintah pusat agar pengembangan manufaktur di Sumedang dapat berjalan lebih optimal.

Sementara itu, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyampaikan dukungan Menteri Perindustrian menjadi dorongan bagi pemerintah daerah untuk mempercepat pengembangan kawasan industri Butom.

“Pak Menteri langsung support bagaimana untuk membangun sebuah kawasan bisa cepat, bisa langsung menghadirkan investasi yang bisa menghidupkan perekonomian,” kata dia, dikutip dari AntaraNews.

Dony menyebut kawasan tersebut telah ditetapkan dalam peraturan presiden. Oleh karena itu, pemerintah daerah terus mendorong penyelesaian berbagai kendala agar kawasan tersebut dapat segera menarik investasi dan membuka peluang ekonomi baru.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memperkuat kontribusi dan fondasi industri nasional melalui delapan program kerja utama pada 2027 guna menjaga momentum pertumbuhan sektor manufaktur, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat daya saing.

Sebelumnya, Menperin menyampaikan program-program tersebut diarahkan untuk memperkuat struktur industri, meningkatkan nilai tambah, memperluas pasar, hingga mendorong transformasi industri nasional.

“Kemenperin telah menetapkan sejumlah program kerja utama tahun 2027 yang intinya difokuskan pada penguatan fondasi industri nasional,” katanya.

Menperin Agus menjelaskan penguatan kemampuan industri nasional sejalan dengan arah pembangunan dalam Rancangan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2027.

Dalam RKP tersebut, pertumbuhan ekonomi ditargetkan mencapai 5,8 persen, dengan pertumbuhan industri pengolahan sebesar 5,86 persen dan kontribusi industri pengolahan terhadap PDB sebesar 21,5 persen.

Untuk mendukung target tersebut, Kemenperin menetapkan delapan program kerja utama yang menjadi instrumen penguatan industri nasional pada 2027.

Program itu antara lain yakni pembangunan sumber daya manusia (SDM) industri, penguatan industri kecil menengah (IKM) sebagai rantai pasok, hilirisasi industri berbasis sumber daya alam dan pengembangan industri prioritas, serta peningkatan produktivitas industri melalui pemanfaatan inovasi dan teknologi.

Selanjutnya, Kemenperin juga menjalankan program peningkatan penggunaan produk dalam negeri (P3DN), pengembangan industri halal, akselerasi ekspor produk jasa industri dan akselerasi industri hijau, serta aglomerasi industri melalui kawasan industri. []